Sukses

Deretan Hoaks Terkait Tes Swab Covid-19, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait tes swab untuk covid-19 masih saja beredar di masyarakat. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks terkait tes swab untuk covid-19? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Klaim Video Minuman Red Bull Positif Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video minuman Red Bull positif Covid-19. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 April 2022.

Unggahan klaim video minuman Red Bull positif Covid-19 menampilkan seorang pria menggunakan pakaian pelindung melakukan pengujian Red Bull menggunakan tes antigen dan meneteskan cairan Red Bull ke alat tes antigen, selang beberapa waktu alat tersebut memperlihatkan garis merah pada huruf T dan samar pada huruf C.

Dalam video tersebut terdapat tulisan "RED BULL-Positive for CooVIDD"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"WHAT..????

Minuman Red Bull positif C19..??? 🤣🤣🤣😅"

Benarkah klaim video minuman Red Bull positif Covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Alat Swab Antigen Positif Covid-19 Saat Diberikan Air Keran, Simak Faktanya

Beredar di media sosial postingan video terkait alat tes swab antigen yang diberikan air keran hasilnya positif covid-19. Video itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang membagikannya adalah bernama Sahril Al Hamid. Dia mengunggahnya di Facebook pada 26 Juli 2021.

Dalam video berdurasi satu menit 29 detik itu terdapat satpam yang mencoba memasukkan air keran dalam tes swab antigen. Ternyata setelah ditunggu hasilnya positif.

Selain itu dalam video juga terdapat ajakan untuk tidak mau dites swab antigen karena isinya pembohongan. Akun tersebut juga menambahkan narasi "Air keran positif corona"

Lalu benarkah video alat tes swab antigen positif covid-19 setelah diberikan air keran? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Alat Rapid Test Antigen Menunjukkan Hasil Positif saat Diberikan Coca-Cola, Simak Fakta Sebenarnya

Beredar di media sosial postingan terkait anggota Parlemen Austria yang menguji alat rapid test antigen dengan Coca-Cola. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama I Gusti Rahvtu Lan. Dia mengunggahnya pada 14 Desember 2020.

Dalam postingannya ia memasang foto dengan tulisan "Coca Cola Positif Covid-19". Selain itu ia juga menambahkan narasi:

"Parlemen di Austria membuktikan ngawurnya hasil rapid test dgn memberi contoh segelas Coke yg dites dan hasilnya positif.

Yg bikin gw trenyuh, marah sekaligus bingung, udah ada ribuan bukti dari hampir seluruh dunia bahkan dokter2 patologi Indonesia juga sependapat, tapi kenapa rapid masih DIWAJIBKAN sampai memakan banyak korban jiwa? Lu psikopat apa gimana?

Demi lindungin bisnis iblis kayak gini lu sampai penjarain orang ya IKATAN DOKTER INDONESIA. Mana sumpah dokter lu?"

Lalu benarkah alat rapid test antigen jika diberikan Coca-Cola akan memberikan hasil positif? Simak dalam artikel berikut ini...

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.