Sukses

Fenomena Long Covid Dapat Terjadi kepada Anak Hingga Dewasa

Liputan6.com, Jakarta - Hasil penelitian di Inggris, September kemarin menunjukkan 1 dari 7 anak mengalami efek Long Covid. Gejala Long Covid dapat menetap di tubuh hingga 15 minggu.

Long Covid merupakan kondisi di mana seseorang telah sembuh dari Covid, virus tersebut telah mati atau tidak ada di tubuh, dan sudah tidak menular, tetapi masih terus merasakan gejala Covid. Gejala tersebut meliputi sesak, batuk, lemas, hingga lelah.

Vaksinolog, dr. Dirga Sakti Rambe yang hadir dalam Virtual Class Liputan6.com bertemakan "Urgensi Vaksin Anak di Masa Pandemi Covid-19", Senin (29/11), juga menjelaskan, fenomena ini dapat terjadi dan mengenai siapa saja yang pernah terjangkit Virus Covid-19.

“Pada prinsipnya, Long Covid ini bisa mengenai. Baik anak maupun dewasa,” ujar dr. Dirga.

 

Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso ini, dr. Dirga menambahkan, adanya laporan lain ada yang menunjukkan efek yang lebih besar. Bahkan 50% atau separuh dari anak-anak yang pernah terjangkit Covid dapat mengalami Long Covid.

“Problem pada Covid-19 ini sebenarnya overdrive sympathetic, jadi ketika dia yang terkena adalah cytokine storm, tidak hanya cytokine saja, tetapi saraf sympathetic nya juga terkena. Sehingga dampak jangka panjangnya itu bisa sistemik efeknya,” ujar dr. Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Umum IDAI, saat melakukan Live Streaming bersama Liputan6.com kemarin.

“Bisa mungkin anaknya jadi berdebar-debar, susah tidur, dan hal hal lain yang berkaitan dengan saraf simpatetik,” tambahnya.

Menanggapi permasalahan ini, dr. Dirga menjelaskan bahwa pihaknya masih terus menunggu perkembangan data terbaru, baik data yang berasal dari Indonesia hingga luar negeri.

(Penulis: Azarine Jovita Halim/Universitas Multimedia Nusantara)

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.