Sukses

6 Hoaks yang Beredar dalam Sepekan, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta- Informasi hoaks yang beredar dalam sepekan beragam bentuknya, ini harus diwaspadai agar kita tidak menjadi korban karena telah mempercayai informasi palsu.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah membuktikan sejumlah informasi hoaks melalui penelusuran yang telah dilakukan terhadap informasi yang viral.

Berikut 6 hoaks hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com

1. Poster NU Adakan Konvensi Capres 2024

Beredar di media sosial postingan terkait Nahdlatul Ulama (NU) yang akan mengadakan Konvensi Calon Presiden (Capres) 2024. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu yang mengunggahnya adalah akun bernama Muhammad Zaki. Dia mempostingnya di Facebook pada 31 Mei 2021.

Cek Fakta NU adakan Konvensi Capres 2024

Di dalam postingannya terdapat poster sejumlah tokoh dengan narasi "Capres NU 2024". Beberapa tokoh yang disebut adalah Said Aqil Siraj, Khofifah Indar Parawansa, Yeni Wahid dan Yahya Cholil Staquf. Selain itu poster tersebut juga mengatasnamakan "Penyelenggara Tim Sembilan NU".

Lalu benarkah postingan yang mengklaim NU akan mengadakan Konvensi Capres 2024? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang yang mengklaim NU akan mengadakan Konvensi Capres 2024 adalah hoaks.

 

2.  Anak-anak Kebal Virus Corona Covid-19

Klaim tentang anak-anak kebal dari virus corona Covid-19 beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan akun Facebook Afrilzal Umi Umi pada 30 Mei 2021 lalu.

Akun Facebook Afrilzal Umi Umi mengunggah video berdurasi 1 menit 5 detik berisi pernyataan seorang wanita yang menyebut bahwa virus corona Covid-19 tidak berpengaruh kepada anak-anak.

"Coba beri komentar kalian,,, Apa benernya itu anak anak kebal terhadap virus covid," tulis akun Facebook Afrilzal Umi Umi.

Benarkah klaim anak-anak kebal dari virus corona Covid-19? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tentang anak-anak kebal dari virus corona Covid-19 ternyata tidak benar. Faktaanya, anak-anak tidak kebal terhadap Covid-19.

 

3. Teknologi 5G Bikin Kasus Covid-19 di India Meroket

India masih berjibaku melawan pandemi virus corona covid-19. Namun pandemi covid-19 gelombang kedua ini semakin sulit ditangani karena banyaknya hoaks.

Salah satu hoaks yang menghebohkan adalah terkait adanya teknologi 5G yang diklaim membuat kasus covid-19 di India meroket. Hoaks ini menyebar dengan narasi sebagai berikut:

"Pandemi gelombang kedua yang dijuluki corona ini bukan corona tapi disebabkan oleh pengujian jaringan 5G. Radiasi yang dilepaskan dari menara 5G membuat udara menjadi beracun. Itulah sebabnya orang menghadapi kesulitan bernafas dan sekarat. Tolong tuntut larangan pengujian 5G dan semuanya akan normal,"

Dilansir AFP Fact Check, hoaks yang menyebar melalui pengguna media sosial dan aplikasi percakapan di India itu tidak berdasar. AFP Fact Check mendapat penjelasan dari Mahadevappa Mahesh, profesor Radiologi dan Kardiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins.

"Dari sudut pandang fisika, 5G tidak membuat banyak perbedaan dalam hal gelombang milimeter [daripada 4G]."

Selain itu juga terdapat penjelasan dari Simon Clarke, Associate Professor di Mikrobiologi Seluler, University of Reading, mengatakan kepada Science Media Centre Inggris:

"Ini adalah penyakit yang menurut banyak dokter dan ilmuwan di seluruh dunia disebabkan oleh virus, sesuatu yang sama sekali berbeda dengan sinyal ponsel.

Gelombang elektromagnetik adalah satu hal, virus adalah hal lain, dan Anda tidak dapat mengeluarkan virus dari tiang telepon."

Pemerintah India juga telah mengeluarkan bantahan resmi terkait hal ini melalui akun Press Information Bureau (PIB) di Twitter pada 6 Mei 2021.

"Ada klaim yang dibuat dalam pesan audio bahwa orang-orang sekarat karena pengujian jaringan 5G yang disebut sebagai covid-19. Klaim ini palsu. Tolong jangan sebarkan pesan palsu ini dan jangan menyebarkan kesalahpahaman," bunyi postingan itu.

 

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

4. Pakai Masker Bisa Picu Bunuh Diri Massal Akibat Keracunan CO2

Beredar di media sosial postingan terkait pemakaian masker bisa mengakibatkan bunuh diri massal di seluruh dunia karena keracunan CO2. Postingan ini ramai dibagikan sejak bulan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Wahyu Saputra. Dia mengunggahnya di Facebook pada 20 Mei 2021.

Berikut isi postingannya:

"MEGA PROJECK DUNIA Yang Di Rancang Oleh Yahudi,Amerika dan China**UNTUK MEMBENAMKAN : KEBANGKITAN ISLAM YANG MENDUNIA* *CORONA_YG_MENIPU*(Copas + Edit)*

Bismillah...**PROGRAM BUNUH DIRI MASAL, AGAR MASYARAKAT DUNIA* *MENGHIRUP CO2**Karna Dengan Berlebihan Menghirup CO2, Manusia Tidak akan Hidup lama alias Bunuh Diri Massal*   

😞 🙃🙃*Yang Dibutuhkan Oleh Tubuh Kita Seharusnya Menghirup O2 ( Oksigen )**tetapi karena CO2 (Karbon Dioksida) nya tertahan di masker, maka mau tidak mau harus kita hirup lagi).......

Inilah Program Pertama Mereka ( Yahudi Cs )**MAKA TERJAWABLAH SUDAH SIAPA SEBENARNYA CORONA....... YANG MEREKA CIPTAKAN.😊😊😊

**Tolong... dan Mohoon, ini dibaca sampai habis biar Kita Sadar dan tidak larut dalam rasa takut yg berlebihan..... yg entah sampai kapan tipu daya mereka akan berakhir."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim memakai masker bisa mengakibatkan bunuh diri massal akibat keracunan CO2? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

5.  Eks Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak Meninggal Dunia pada 2 Juni 2021

Kabar tentang mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak meninggal dunia pada 2 Juni 2021 beredar di media sosial. Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp pada Rabu (2/6/2021).

Dalam pesan berantai tersebut berisi informasi bahwa Awang Faroek Ishak meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Berikut narasinya:

"Innalillahi Wainnailaihirajiun... semoga Allah Mengampuni Segala dosa dan kesalahan beliau, memberikan yang terbaik serta memberikan kesabaran bagi keluarga beliau... Hari ini wafat Bapak Prof. H. Awang Faroek Ishak di RSPAD Gatot subroto JKT... Waassalaam"

Benarkah kabar tentang mantan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak meninggal dunia pada 2 Juni 2021? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang mantan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak meninggal dunia pada 2 Juni 2021 ternyata tidak benar alias hoaks.

 

6. Mi Instan Sarimi Rasa Bipang

Kabar tentang mi instan Sarimi rasa bipang beredar di media sosial. Kabar tersebut beredar lewat sebuah foto yang diunggah akun Facaebook Alessandro Hutapea pada 25 Mei 2021.

Akun Facebook Alessandro Hutapea mengunggah foto kemasan mi instan Sarimi bertuliskan "RASA BIPANG". Akun Facebook Alessandro Hutapea kemudian menambahkan narasi dalam konten yang diunggahnya.

"Media kekinian Merekah tanpa batas, bahkan tak ada yang berani memprotes jika media memutarbalikkan fakta, Media membuat muslihat tipu daya, yang buruk menjadi mulia, dan yang mulia menjadi buruk rupa. Luar biasa kuatnya opini yang dibentuk media sehingga dapat mempengaruhi perekonomian, perpolitikan, sosial, budaya sebuah bangsa...

~Mystic" tulis akun Facebook Alessandro Hutapea.

Konten yang diunggah akun Facebook Alessandro Hutapea telah 22 kali direspons dan mendapat 33 komentar warganet.

Benarkah kabar tentang mi instan Sarimi rasa Bipang? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang mi instan Sarimi rasa bipang ternyata tidak benar. Faktanya, Sarimi tidak pernah mengeluarkan varian mi instan rasa bipang. Foto yang disebarkan akun Facebook Alessandro Hutapea diduga merupakan hasil rekayasa digital atau editan.

 

3 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut