Sukses

Kominfo Kumpulkan 6 Hoaks, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Informasi hoaks masih terus beredar di media sosial, hal ini tentu mengkhawatirkan sebab akan merugikan pihak yang telah mempercayainya bahkan dapat menimbulkan korban.

Agar tidak menjadi korban hoaks sebaiknya kita lebih jeli ketika mendapat informasi , dengan memverifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayainya.

Pemerintah pun telah berupaya memerangi hoaks yang beredar di media sosial, berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika, terdapat enam hoaks yang beredar dari 3 sampai 4 Maret 2021. 

Berikut daftarnya:

1. Obat Kapsul Berisi Paku

Beredar unggahan video berdurasi 0.25 detik yang memperlihatkan seseorang sedang membuka sebuahobat kapsul berisikan paku-paku berukuran kecil dengan judul “WASPADA KAPSUL ISI PAKU!!!”. Videotersebut diunggah pada 21 Februari 2021 di aplikasi Youtube. Terlihat dari kemasan bahwa obat kapsultersebut bermerek Enterofuril dengan aksara Sirilik atau Kiril.

Faktanya, bahwa video yang memperlihatkan seseorang sedang membuka obat kapsul yang berisikan paku-paku berukuran kecil adalah hoaks. Faktanya, paku-paku dalam kapsul tersebutsengaja dimasukkan oleh pria yang ada dalam video tersebut. Rekaman video itu pun sempat viral diNegara Kazakhstan. Komite Pengawasan Medis dan Farmasi Kementerian Kesehatan RepublikKazakhstan mengatakan, pihaknya tidak secara resmi menerima informasi dari konsumen, pemegangsertifikat registrasi, entitas farmasi, atau pun tenaga medis tentang adanya benda asing di dalam obatkapsul Enterofuril yang terlihat pada video tersebut. Obat Kapsul Enterofuril merupakan sejenis obatantimikroba yang diproduksi oleh perusahaan farmasi JSC Bosnalik yang berbasis di Bosnia danHerzegovina. Enterofuril terdaftar dan disetujui untuk penggunaan medis di Republik Kazakhstan dengannomor registrasi RK-LS-5 No. 022825 tanggal 03/02/2017, dan RK-LS-5#022904 tanggal 10.04.2017.

 

2. Surat Elektronik Mengatasnamakan IPD Balitbangkes Terkait Pemberian Vaksin Covid-19

Beredar surat elektronik (e-mail) yangmengatasnamakan Bagian Informasi, Publikasi, danDiseminasi (IPD) Sekretariat Badan Litbangkes yang berisi informasi terkait pemberian vaksin Covid-19 bagi seluruh WNI dan orang asing yang jangka panjang tinggal di Indonesia.

Faktanya, pada akun Twitter resmi @litbangkemenkes mengklarifikasi bahwa BadanLitbangkes tidak melakukan program vaksin dan tidak pernah mengirimkan pesan melalui emaili pd-balitbangkes@litbang.kemenkes.go.id. Adapun email tersebut bukan email resmi Badan Litbangkes yang digunakan untuk hubungan eksternal. BadanLitbangkes juga menjelaskan bahwa sesuai dengan Permenkes No. 64 tahun 2015, IPD bukan lagistruktur yang ada di Sekretariat BadanLitbangkes. Untuk itu, masyarakat diminta mengabaikan pesan ataupun hal lain yang mengatasnamakan BadanLitbangkes melalui akun email tersebut.

 

3. Pesan Berantai Vaksinasi Lansia diKantor BPPSDMK Jakarta

Beredar pesan berantai di media sosial WhatsApp yang isinya mengajak lansia untuk vaksinasi dengan hanya menunjukkan KTP di Kantor BPPSDMK, jalan Hang Jebat Raya, Jakarta. Dalam pesan tersebut diinfokan setiap hari ada jatah 1000 orang untuk divaksin. Bahkan disebutkan juga pemilik KTP non-DKI Jakarta dapat memperoleh vaksinasi di BPPSDMK Jakarta.

Kemenkes melalui akun Twitter @KemenkesRI telahmengklarifikasi pesan berantai yang mengakibatka nantrean panjang para lansia untuk divaksinasi Covid-19 pada selasa tanggal 2 Maret 2021 di gedung BPPK Jakarta, dan menyebut bahwa isi pesan berantai tersebut adalah hoaks. Kemenkes juga meluruskan bahwa vaksinasi di BPPSDMK Jakarta hanya dikhususkan bagi lansia dengan kriteria berdomisili dan memiliki KTP DKI Jakarta, dalamk ondisi sehat, serta harus mendaftar melalui linkdki.kemkes.go.id.

Selanjutnya, menurut konfirmasiPlt. Kepala Badan PPSDM Kesehatan, dr. Maxi ReinRondonuwu, ia menduga besarnya animo masyarakat, khususnya para lansia, untuk divaksinasi itu akibat beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menyebutkan lansia bisa divaksinasi hanya dengan menunjukkan KTP dan pemilik KTP non-DKI juga bisa divaksinasi di kantor BPPSDMK Jakarta.

 

4. Presiden Jokowi Menerima Hadiah Lukisan Langka Berwajah Sultan Arab

Beredar di media sosial Facebook, foto Presiden Jokowi bersama Menteri Koordinator Perekonomian (2015-2019), Darmin Nasution. Keduanya terlihat sedang memegang sebuah lukisan yang diklaim merupakan lukisan langka wajah Sultan Arab, Syekh Ferdinand Sirugor Al -Kazzab

Faktanya, klaim yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi dan Darmin Nasution menerima hadiah lukisan langka berwajah Sultan Arab, Syekh Ferdinand Sirugor Al -Kazzab adalah tidak benar. Faktanya, gambar tersebut merupakan hasil suntingan dari foto asli yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo bersama Darmin Nasution memegang karya foto yang bergambar wajah Presiden Jokowi saat pameran hasil lomba foto pembangunan infrastruktur di Silang Monas, Jakarta, pada tanggal 27 Agustus 2017.

 

5. Video Kerumunan Orang diMall Taman Anggrek Jakarta

Beredar di berbagai media sosial sebuah unggahan video yang menunjukkan adanya kerumunanorang di lokasi yang disebut merupakan Mall Taman Anggrek Jakarta.

Faktanya, dilansir dari Kompas.com,Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat membantah adanya kerumunan orang di Mall Taman Anggrek. Menurut Tamo, video yang tersebar merupakanrekaman suasana vaksinasi Covid-19 massal yang dilaksanakan di Pasar Tanah Abang beberapa waktu lalu.

 

6. Kecewa Dengan Biden, Warga Amerika Ingin Dipimpin oleh Jokowi

Telah beredar di media sosial Facebook, sebuah unggahan tangkapan layar yangmemperlihatkan salah satu judul artikel berita yang berjudul "Kecewa Dengan Biden,Warga Amerika Ingin Dipimpin Oleh Jokowi". Adapun unggahan artikel tersebut bernarasi "Karomah sang pemimpin besar Nusantara. Gas Jokowi jadi presiden Amerika periode 2069-3021 #amin".

Setelah dilakukan penelusuran, gambar tangkapan layar pada artikel yang berjudul "Kecewa Dengan Biden, Warga Amerika Ingin Dipimpin Oleh Jokowi” tersebut tidak benar.Gambar tersebut merupakan hasil suntingan dari berita Tempo yang berjudul "Joe Biden Dikritik karena Tidak Hukum MBS Terkait Pembunuhan Jamal Khashoggi".

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut