Sukses

Cek Fakta: Benarkah Berkumur Air Campur Cuka Bisa Hilangkan Covid-19 di Tenggorokan?

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim yang menyebut berkumur menggunakan air dicampur cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan.

Klaim berkumur menggunakan air dicampur cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan diunggah pengguna Facebook Military Boy. Begini narasinya:

"Virus corona ada d teggorokan selama 4 hari sebelum melakukan perjalanan ke paru-paru. Pada titik ini, pasien menderita sakit tenggorokan dan batuk.

Saat ini minum air sebanyak mungkin, air panas campur air garam atau cuka untuk mencuci tenggorokan. Ini cara menghilangkan virus dari tubuh.

Distribusikan pesan ini sebanyak mungkin dapat mencegah satu orang terinfeksi."

Bahkan, ada beberapa postingan yang menyebut berkumur menggunakan air dicampur cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan sudah mendapat rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Lalu benarkah berkumur menggunakan air dicampur cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan?

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menghubungi dr. Dimas Adi Nugroho, Sp.THT-KL, dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) yang praktek di Rumah Sakit Indriati.

"Itu hanya anggapan awam atau masyarakat saja. Seseorang bisa terinfeksi covid-19 karena beberapa faktor, antara lain faktor host atau penderita dan faktor kumannya," kata dr. Dimas kepada Cek Fakta Liputan6.com.

"Faktor host mungkin ada penyakit komorbid yang mendasari (DM, hipertensi, obesitas, sakit jantung, dll). Faktor kuman antara lain jumlah kuman atau virus yang masuk ke tubuh seseorang, dan tingkat virulensi (keganasan virus) tersebut," katanya menambahkan.

Dia juga tidak yakin berkumur dengan air yang ditambah cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan.

"Kumur air biasa, atau kumur air garam, atau pakai air cuka secara alami hanya membersihkan tenggorok bagian luar. Kita tidak tahu pasti seberapa banyak kuman atau virus yang bisa terbilas saat berkumur," ujarnya.

"Kalau jumlah virus yang menempel sudah banyak, dan daya tahan (imun) kurang, maka akan tetap terinfeksi (covid-19)," kata dr. Dimas menegaskan.

Cek Fakta Liputan6.com juga menelusuri kebenaran informasi ini menggunakan mesin pencari, Google. Hasil penelusuran mengarahkan ke situs AFP Fact Check dengan judul: "New hoax shared in Sri Lanka suggests WHO approved water, salt and vinegar remedy for coronavirus".

Dalam artikel yang diunggah pada 15 Oktober tersebut, dikatakan bahwa hoaks ini pertama kali muncul di Sri Langka. AFP Fact Check juga menghubungi juru bicara Biro Promosi Kesehatan Sri Langka untuk meluruskan klaim yang salah ini.

"Informasi semacam itu hanya menciptakan rasa perlindungan palsu yang dapat mengalihkan publik dari tindakan yang benar-benar dapat menurunkan risiko infeksi Covid-19, mengikuti pedoman kesehatan dan keselamatan nasional," kata juru bicara tersebut.

Sementara itu, WHO dalam situs resminya tidak merekomendasikan beberapa pengobatan tradisional, termasuk berkumur dengan air yang dicampur dengan cuka untuk menghilangkan covid-19.

"Meskipun beberapa pengobatan barat, tradisional atau rumahan dapat memberikan kenyamanan dan meredakan gejala covid-19, tidak ada bukti bahwa obat saat ini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit tersebut," begitu bunyi penjelasan yang ada di situs web WHO.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Informasi yang menyebut berkumur menggunakan air dicampur cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan adalah hoaks. Faktanya, para ahli dan WHO tidak merekomendasikan pengobatan tradisional untuk menangani covid-19.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.