Sukses

[Cek Fakta] Makan Sayap dan Ceker Ayam Diklaim Picu Kanker pada Wanita, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta - Akun Facebook bernama Masakan kuliner nusantara mengunggah foto ayam dan ilustrasi gambar rahim. Foto tersebut diunggah pada 8 November 2019 lalu.

Dalam unggahan foto itu, dia menuliskan artis wanita Tionghoa yang terkena kista coklat lantaran sering memakan sayap ayam.

Akun itu menuliskan, wanita yang suka mengonsumsi sayap dan ceker ayam lebih rentan terkena kanker yang berkenaan dengan kelenjar hormonal.

"∆[SEKILAT INFO KESEHATAN]

"SAYAP & CEKER AYAM ? "

Entah Anda sudah menikah atau belum menikah, maka perempuan harus berhati². Baru² ini artis Tionghoa Xia Yi divonis tumbuh LISTS dalam rahim (kista coklat) dan Hu Qing Wen melakukan operasi tumor yg penuh dengan darah, dan darahnya berwarna hitam gelap. Mereka berpikir bahwa setelah operasi akan sembuh, tetapi hanya beberapa bulan kambuh lagi, sehingga akhirnya mereka melakukan konsultasi ke ginekolog.

Dokter Ginekolof tsb kemudian bertanya : "Apakah Anda suka makan sayap ayam, dia sangat terkejut ?

"Loh, koq dokter bisa tahu kesukaanku ?

"Hormon pertumbuhan (growth-hormone) ayam ataupun antibiotiknya, selalu diinjeksi di bagian sayap, atau leher ayam. Sementara kaki Ayam tempat menimbun "end product" antibiotik dan turunan "second hormonal" Dokter tsb meneruskan : Karena itu kegemaran makan sayap ayam atau kaki, akan serta merta menambah sekresi hormon bagi wanita. Akibatnya "second hormonal" tsb akan terakumulasi menjadi TOXIN yg ujung²nya menjadi karsinogen, sehingga wanita pengkonsumsi SAYAP + KAKI ayam sangat rentan terkena kanker yg berkenaan dengan kelenjar hormonal seperti : kanker rahim, cervix dan payudara. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda jangan "banyak" mengkonsumsi sayap ayam atau kakinya.

Saat ini 80% wanita memiliki fibroid rahim dan mudah untuk mendapatkan kista coklat tersebut.

Ketika Anda menerima pesan ini, Apa yg akan Anda lakukan ? Meneruskannya kepada teman dan keluarga di sekitar (teman² terutama perempuan). Atau end-chat dan skeptis ? Ekspektasi saya : Jika di friend-list anda ada 851 kontak, cukup 10 orang saja yg men-share ulang, sehingga minimal juga ada 10 orang yg baca. Snow ball effect, siapa tau di kelipatan kesekian ada yg TERTOLONG Karena anda peduli... indahnya berbagi.. " tulis Masakan kuliner nusantara menyertai unggahan fotonya.

Hingga saat ini, foto tersebut sudah dikomentari oleh enam pengguna Facebook lainnya. Foto itu juga sudah dibagikan 227 kali dan mendapat tanda suka 140.

Tak hanya itu, akun Facebook bernama Zulla Spa New justru sudah mengunggah sebuah video bahayanya ceker dan sayap ayam bagi wanita. Video itu berdurasi 2 menit 39 detik.

"Bahayanya sayap dan ceker ayam bagi kaum hawa, semoga ini bermanfaat." tulis Zulla Spa New menyertai unggahan video setahun lalu itu.

Hingga saat ini, unggahan video sudah dilihat 206 kali dan mendapat tanda suka 28. Unggahan juga dikomentari 12 pengguna Facebook lainnya dan dibagikan kembali 3 kali.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Liputan6.com, isu soal terlalu banyak makan sayap atau ceker ayam dapat menyebabkan kanker belum tentu kebenarannya, baru sebatas asumsi saja.

Hal tersebut seperti dimuat www.turnbackhoax.id pada 8 Februari 2017 lalu. Judul artikelnya adalah (HOAX) Mengkonsumsi Sayap dan Ceker Ayam yang Disuntik Hormon Dapat Menyebabkan Kanker.

Dalam artikel itu dijelaskan, isu mengenai memakan sayap dan ceker ayam dapat menyebabkan kanker tidaklah benar. Isu tersebut masih sebatas asumsi saja.

[Cek Fakta] Makan Sayap dan Ceker Ayam Picu Kanker Terutama Bagi Wanita, Fakta atau Hoaks?

"Sumber:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=809557032402687&set=gm.770710522951079&type=3&theater

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=788778644466872&set=a.102663186411758.6049.100000042314140&type=3&fref=gs&dti=177295885936288&hc_location=group

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=602234396575395&id=100003665196291

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=699276440118831&set=a.626599114053231.1073741880.100001094457482&type=3&fref=gs&dti=177295885936288&hc_location=group

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=758782140941714&id=100004298050945

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=920694024684532&id=100002318291497

https://www.facebook.com/herbaltoherbal/photos/a.1590815661140860.1073741827.1590813484474411/1590815644474195/?type=3&fref=gs&dti=177295885936288&hc_location=group

Narasi:

SEKILAS INFO KESEHATAN

“SAYAP & CEKER AYAM ? ”

Entah Anda sudah menikah atau belum menikah, maka perempuan harus berhati². Baru² ini artis Tionghoa Xia Yi divonis tumbuh LISTS dalam rahim (kista coklat) dan Hu Qing Wen melakukan operasi tumor yg penuh dengan darah, dan darahnya berwarna hitam gelap. Mereka berpikir bahwa setelah operasi akan sembuh, tetapi hanya beberapa bulan kambuh lagi, sehingga akhirnya mereka melakukan konsultasi ke ginekolog.

Dokter Ginekolog tsb kemudian bertanya : “Apakah Anda suka makan sayap ayam, dia sangat terkejut ?

“Loh, koq dokter bisa tahu kesukaanku ?

“Hormon pertumbuhan (growth-hormone) ayam ataupun antibiotiknya, selalu diinjeksi di bagian sayap, atau leher ayam. Sementara kaki Ayam tempat menimbun “end product” antibiotik dan turunan “second hormonal” Dokter tsb meneruskan : Karena itu kegemaran makan sayap ayam atau kaki, akan serta merta menambah sekresi hormon bagi wanita. Akibatnya “second hormonal” tsb akan terakumulasi menjadi TOXIN yg ujung²nya menjadi karsinogen, sehingga wanita pengkonsumsi SAYAP + KAKI ayam sangat rentan terkena kanker yg berkenaan dengan kelenjar hormonal seperti : kanker rahim, cervix dan payudara. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda jangan “banyak” mengkonsumsi sayap ayam atau kakinya.

Saat ini 80% wanita memiliki fibroid rahim dan mudah untuk mendapatkan kista coklat tersebut.

Ketika Anda Melihat pesan ini, Apa yg akan Anda lakukan ? Meneruskannya kepada teman dan keluarga di sekitar (teman² terutama perempuan). Atau mengabaikan dan skeptis ?

Ekspektasi saya : Jika di friend-list anda ada ribuan Teman, cukup 10 orang saja yg me-re-share ulang, sehingga minimal juga ada 10 orang yg baca. Snow ball effect, siapa tau di kelipatan kesekian ada yg TERTOLONG Karena anda peduli… indahnya berbagi.. salam…

Penjelasan:

Isu mengenai memakan sayap dan ceker ayam dapat menyebabkan kanker tidaklah benar. Isu tersebut dibantah oleh dr Ramadhan, SpBOnk, yang berpraktik di RS Kanker Dharmais. Menurutnya, isu tersebut belum terbukti dan baru sebatas asumsi.

Senada dengan pernyataan dr Ramadhan, dr Drajat Suardi, SpB(K) Onk, Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, berpendapat, penyebab kanker bukan hanya disebabkan sayap dan ceker ayam saja. Ia menambahkan, semua makanan berkolesterol tinggi bisa memicu kanker.

Meski begitu, dr Drajat mengatakan, walau belum terbukti pasti, mengkonsumsi ayam yang sudah mendapatkan suntik hormon bisa meningkatkan risiko kanker. Sebab, adanya faktor kimiawi yang dimasukkan ke dalam ayam tersebut. Berikut kutipan beritanya:

[…]Kabar mengenai sayap dan ceker ayam yang bisa menyebabkan kanker banyak beredar belakangan ini melalui pesan di jejaring sosial Path dan juga BlackBerry Messenger (BBM). Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa sayap ayam merupakan bagian yang paling sering disuntik, sedangkan ceker ayam merupakan tempat menimbun ‘end product’ antibiotik dan turunan ‘second hormonal’ sehingga berpotensi menyebabkan kanker. Apa kata dokter?

“Belum ada buktinya, itu kan baru asumsi. Umur ayam itu kan pendek sampai dia dipotong, kalau dipotong obat hormonnya itu masih ada atau belum habis lalu dimakan menyebabkan kanker, sampai sekarang belum ada buktinya,” kata dr Ramadhan, SpBOnk, yang berpraktik di RS Kanker Dharmais, saat dihubungi detikHelath pada Jumat (9/5/2014).

Hal serupa juga dikatakan oleh dr Drajat Suardi, SpB(K) Onk. Dikatakan dia, sayap ayam dan juga ceker ayam belum tentu menyebabkan timbulnya kanker bagi orang yang sering mengonsumsinya.

“Tidak hanya sayap dan ceker, semua yang kolesterolnya tinggi juga bisa memicu kanker. Kalau kanker payudara itu kan memang erat kaitannya dengan hormon estrogen. Makanan yang mengandung kolesterol tinggi juga bisa memicu terjadinya kanker karena mengakibatkan kemudahan terbentuknya estrogen. Sehingga kalau estrogennya subur ya bisa memicu kanker, salah satunya kanker payudara,” kata dokter yang merupakan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia tersebut.

Walaupun belum terbukti pasti, namun menurut dr Drajat, mengonsumsi ayam yang sudah mendapat suntik hormon memang menigkatkan risiko untuk terkena kanker. Karena salah satu penyebab kanker merupakan faktor kimiawi. Untuk itu ia mengimbau agar masyarakat meminimalkan segala macam zat kimiawi yang bisa menjadi faktor pemicu kanker.

“Pembentukan sel kanker itu ada dua faktor utama, faktor internal dan eksternal. Faktor internal itu gen, kalau faktor eksternal terdiri sari 3 antara lain faktor biologis, kimiawi, dan fisik. Nah yang suntik ini termasuk kategori kimiawi, makanya kitaa jaga diri kita dari segala macam kimiawi yang bisa menjadi faktor eksternal,” kata dr Drajat[…]

Berdasarkan penjelasan dan kutipan berita tersebut, sayap dan ceker ayam sebagai penyebab kanker adalah kabar yang tidak benar. Meski memiliki potensi menyebabkan kanker, namun ayam yang disuntik hormon belum terbukti mampu menghidupkan sel-sel kanker. Dengan demikian, isu tersebut masuk kategori hoax."

Kemudian, www.klikdokter.com juga menulis artikel yang berjudul Sayap dan Ceker Ayam Picu Kanker, Mitoskah? pada 24 Mei 2017 lalu.

Dalam artikel tersebut dijelaskan, tubuh ayam menjadi besar dan gemuk dengan cepat bukan karena disuntik hormon sehingga bisa menyebabkan penyakit kanker. Karena, penyuntikan hormon sudah dilarang sejak 1960 silam.

[Cek Fakta] Makan Sayap dan Ceker Ayam Picu Kanker Terutama Bagi Wanita, Fakta atau Hoaks?

"Rata-rata keluarga di Indonesia suka makan ayam. Anda juga, bukan? Namun, bagaimana reaksi Anda ketika mendengar kabar bahwa bagian sayap dan ceker ayam dapat memicu kanker?

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa peternak menyuntik ayam negeri dengan hormon steroid, agar dapat tumbuh besar dengan cepat. Tubuh besar, daging pun banyak. Pundi-pundi uang pun menggemuk.

Kabarnya, lokasi penyuntikan tersering adalah sayap, ceker, dan leher. Akibatnya, bagian tubuh tersebut diyakini mengandung kadar hormon yang paling tinggi.

Tak semua berita pasti benar

Menanggapi hal tersebut, banyak pakar yang angkat suara membantahnya. Menurut Universitas North Carolina State, Universitas Purdue, dan Fakultas Pangan Universitas Arkansas, di Amerika Serikat, berita tersebut tidaklah benar.

Tubuh ayam menjadi besar dan gemuk dengan cepat (kurang lebih 40–45 hari) bukanlah karena disuntik hormon, melainkan karena proses budidaya melalui seleksi genetik. Lagipula, penyuntikan hormon telah dilarang sejak tahun 1960.

Hal senada juga dinyatakan oleh Badan Keamanan Obat dan Pangan Amerika (Food and Drug Administration) yang mengatakan bahwa kalaupun ada, kadar hormon dalam ayam masih aman dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Selain itu, Kementrian Pangan Cina juga mengatakan hal serupa. Mereka bahkan telah melakukan tes terhadap ayam yang terdapat di berbagai supermarket, pasar, dan restoran di Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Hasilnya, tidak terdeteksi hormon steroid pada ayam-ayam tersebut.

Namun, meski tidak mengandung hormon steroid, bukan berarti ayam negeri bebas dari zat kimia. Karena itu, konsumsi ayam organik tetap merupakan pilihan yang lebih baik.

Nah, Anda sudah tahu fakta di balik sayap dan ceker ayam dapat menyebabkan kanker. Dengan ini, semoga Anda bisa lebih bijaksana dalam menyikapi setiap berita yang beredar. Salam sehat!"

Selain itu, Liputan6.com juga sudah mengunggah artikel serupa dengan judul Benarkah Makan Sayap Ayam Picu Sel Kanker Pada Wanita? Artikel itu bahkan sudah diunggah sejak 10 Mei 2014 lalu.

[Cek Fakta] Makan Sayap dan Ceker Ayam Picu Kanker Terutama Bagi Wanita, Fakta atau Hoaks?

"Bahaya mengonsumsi sayap dan kaki ayam yang bisa meningkatkan risiko kanker pada wanita memang perlu ditelusuri kebenarannya. Meski begitu, spesialis Radiologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Fielda Djuita tidak menampik bahwa kebanyakan ayam negeri yang banyak dikonsumsi saat ini merupakan hasil suntik hormon agar ayam cepat besar.

"Belum ada penelitian lebih lanjut tapi sayap ayam bisa mengaktifkan jaringan sel kanker payudara pada wanita dengan imbalance hormonal (ketidakseimbangan hormon) dan yang memiliki gen kanker. Saya sendiri tidak menganjurkan konsumsi ayam bagi wanita dengan keluhan tersebut," katanya saat ditemui di RS Dharmais, ditulis Sabtu (10/5/2014).

Fielda melanjutkan, jika ingin sekali makan ayam, ia menyarankan untuk makan ayam kampung. "Ayam kampung boleh lah. Tapi kita harus pastikan ayamnya juga tidak disuntik."

Di sisi lain, Pakar Herbal dan Konsultan Herbal, Dr Abrijanto SB juga sempat membenarkan bahwa kebanyakan ayam yang dikonsumsi saat ini merupakan hasil suntik hormon.

"Saya nggak berani bilang bahayanya karena perlu penelitian tapi kalau Anda tahu, nanti semua orang jadi ngeri makan ayam," singkat Abrijanto."

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan Klaim

Apa yang diunggah oleh akun Facebook bernama Masakan kuliner nusantara dan Zulla Spa New tidak didukung bukti kuat.

Karena hingga saat ini, belum bisa dipastikan pengaruh makan sayap dan ceker ayam dapat menimbulkan penyakit kanker, terlebih lagi bagi wanita.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Bisa Cegah Penyakit Jantung dan Kanker, Ini 12 Manfaat Daun Wortel untuk Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta Kesehatan: Depresi dan Kecemasan Bisa Menular?