Sukses

[Cek Fakta] Kabar Kapolri Sebut PKI Tak Membahayakan Adalah Hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Akun Facebook bernama Rocky Gerung Official mengunggah foto tangkapan layar sebuah kabar berjudul, Kapolri: PKI Tidak Membahayakan Bagi Negara, Dibanding Dengan Islam Radikal!!!.

Unggahan tersebut juga menyertakan foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Islam itu tidak radikal pak Yang radikal itu PKI" tulis Rocky Gerung Official menyertai unggahan tersebut pada 8 Mei 2019.

[Cek Fakta] Hoaks Pernyataan Kapolri Sebut PKI Tak Membahayakan Negara

Unggahan itu sudah dibagikan sebanyak 2.478 kali dan mendapat tanda suka 337. Ada 235 yang ikut mengomentari unggahan foto.

 

2 dari 3 halaman

Fakta

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Liputan6.com, ucapan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut tidak benar.

Melalui akun media sosial Instagram resmi Polri @divisihumaspolri, sudah memberikan klarifikasi terkait berita yang beredar tersebut.

Bahkan, klarifikasi itu sudah ada sejak 4 Januari 2019 lalu.

[Cek Fakta] Hoaks Pernyataan Kapolri Sebut PKI Tak Membahayakan Negara

"BE SMART NETIZEN.

Telah beredar tautan di media sosial Facebook atas nama “Giovani Sugiantoro Wongso” yang bersumber dari “OPERAIN.BLOGSPOT.COM” yang berisi bahwa Kapolri mengatakan jika PKI tidak membahayakan bagi negara dibanding dengan Islam Radikal.

Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., tidak pernah mengeluarkan statement tersebut. Tautan yang beredar di media sosial Facebook adalah Tidak Benar atau Hoax

SARING SEBELUM SHARING

#stophoax #saringsebelumsharing #kapolri@divisihumaspolri"

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui laman resminya www.kominfo.go.id juga sudah menulis klarifikasi serupa.

Artikel yang diunggah pada 22 Februari 2019 itu berjudul [HOAKS] KAPOLRI : PKI Tidak Membahayakan bagi Negara dibanding dengan Islam Radikal.

 

[Cek Fakta] Hoaks Pernyataan Kapolri Sebut PKI Tak Membahayakan Negara

"KATEGORI: HOAKS

Penjelasan :salah satu akaun telah mengunggah postingan di group media sosial Facebook yang memberikan informasi yang bersumber dari “OPERAIN.BLOGSPOT.COM” terkait ucapan Kapolri yang mengatakan bahwasannya PKI Tidak Membahayakan bagi Negara dibanding dengan Islam Radikal.

Faktanya adalah akun Instagram resmi Divisi Humas Polri (@divisihumaspolri) memberikan klarifikasi bahwa "Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., tidak pernah mengeluarkan statement tersebut. Tautan yang beredar di media sosial Facebook adalah Tidak Benar atau Hoax"

Link Counter :

https://swararakyat.com/humas-polri-nyatakan-hoaks-postingan-atas-nama-kapolri-pki-tidak-bahaya-bagi-negara/

https://www.instagram.com/p/BsNkbDDhV1q/?fbclid=IwAR1B-OhPU35NyR-fYC_Pn5_7bw9QuhB4RmvgnFNgTr5OlmaCuxWeDrAu61c&igshid=egg4jwus510q&utm_source=ig_share_sheet"

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Berita pada tangkapan layar dalam unggahan akun Facebook Rocky Gerung Official adalah tidak benar atau hoaks.

Hal itu dibuktikan dengan klarifikasi yang dibuat sejak Januari 2019 lalu oleh pihak Polri melalui akun Instagram @divisihumaspolri.

Kominfo melalui laman www.kominfo.go.id juga telah menulis artikel yang isinya serupa menyatakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang PKI tersebut. 

Sementara, operain.blogspot.com, yang dijadikan rujukan, bukan media terpercaya. 

 

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Erdogan Akan Bentuk Tentara Islam dan Minta TNI Bergabung? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Pengakuan Menag Lukman soal Kasus Jual Beli Jabatan Viral di Medsos, Ini Faktanya