Mourinho Puji Kedalaman Real Madrid Usai Kalahkan Rayo 4-1, Arda Guler Jadi Pembeda

Usai Real Madrid menundukkan Rayo 4-1, Jose Mourinho menyanjung kedalaman skuad. Arda Guler membuat perbedaan dan rotasi akan ditentukan per laga.

Diterbitkan 13 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia mencontohkan fase 10 menit terakhir Jude Bellingham untuk menggambarkan kondisi keseluruhan: mulai dari meningkatnya kesalahan saat membangun serangan, tekanan yang kurang rapat, hingga tembakan yang kurang efektif.

Diomande Punya Potensi Besar

Desakan agar Yan Diomande terus menjadi starter tak membuat Mourinho goyah. Ia menegaskan keputusan line-up tidak akan dipengaruhi opini luar.

"Saya sedikit terlalu tua untuk merasakan tekanan," ujar Mourinho.

Mourinho menilai Diomande masih membutuhkan waktu karena belum lama bermain di level tertinggi. Dari sisi taktikal, ada banyak hal yang perlu dipelajari untuk menyempurnakan perannya di tim.

"Dia punya potensi luar biasa. Dalam situasi satu lawan satu, dengan umpannya, tembakannya... Dia memberikan kami banyak pilihan."

Fleksibilitas Diomande juga diapresiasi. Mourinho menyebut pemain ini bisa mengisi peran di sisi Vinicius Junior, bermain di kanan, atau menempati sejumlah posisi lain di lini serang.

"Sekarang saya ingin membantu dia berkembang sedikit demi sedikit," tutur Mourinho.

Keyakinan Untuk Vinicius dan Keputusan Menutup Laga

Mourinho menyampaikan perkembangan positif Vinicius Junior. Secara fisik, penyerang Brasil itu dinilai berada pada level yang lebih baik dan hanya perlu waktu singkat untuk mencapai kecepatan puncaknya.

"Secara fisik, dia berada dalam kondisi yang lebih baik daripada sebelumnya. Dia hanya berjarak satu milimeter dari mencapai kecepatan maksimalnya."

Dari sisi mental, Vinicius disebut sudah memahami besarnya tanggung jawab saat membela Real Madrid dan tim nasional Brasil serta mampu menjaga intensitas permainan.

"Dia bermain dengan rasa tanggung jawab yang besar, yaitu mewakili Real Madrid dan tim nasional Brasil. Dia tenang. Gol-gol itu akan datang."

Mourinho juga menjelaskan perubahan pemain di menit-menit akhir. Saat unggul 3-1 dan waktu tinggal lima menit, ia memilih memperkokoh pertahanan alih-alih mengejar permainan atraktif karena Rayo masih bisa mengancam lewat bek sayap.

"Sederhana. Saya ingin menang dan ingin menang dengan sebanyak mungkin gol. Ketika unggul 3-1 dengan lima menit tersisa, dan Rayo memiliki bek sayap yang sangat kuat serta mampu menciptakan bahaya, saya merasa yang terbaik adalah menutup pintu."

Keputusan itu berbuah manis karena Real Madrid kemudian menambah gol keempat.

"Bagi saya, waktunya untuk melakukan aksi-aksi indah dan mencetak gol sudah berakhir. Kemudian kami mencetak gol keempat, bahkan lebih baik."

Mourinho menyatakan timnya berada di jalur yang tepat setelah tiga bulan bekerja bersama.

"Saya bahagia karena kami sudah bersama selama tiga bulan. Apa yang kami lakukan memiliki banyak hal positif. Kami melangkah setahap demi setahap, selalu berusaha untuk berkembang."

Persaingan di La Liga

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan