Pembalap Muda Malaysia Farres Putra Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Cub Prix Terengganu

Farres Putra Mohd Fadhil, pembalap 18 tahun, meninggal dunia akibat cedera multipel setelah kecelakaan di ajang Malaysian Cub Prix di Terengganu.

OlehThomas
Diterbitkan 30 Agustus 2026, 14:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dunia balap motor Malaysia berduka atas kepergian pembalap muda Farres Putra Mohd Fadhil. Atlet berusia 18 tahun ini meninggal dunia pada Sabtu, 29 Agustus 2026, setelah terlibat dalam kecelakaan serius saat berkompetisi di putaran kelima Kejuaraan PETRONAS MAM Malaysian Cub Prix 2026.

Insiden tragis tersebut terjadi di Sirkuit Permotoran Gong Badak, Terengganu, Malaysia, sebuah sirkuit yang dikenal menantang dengan tikungan-tikungan cepatnya. Kejuaraan Cub Prix sendiri merupakan ajang balap motor paling bergengsi di Malaysia, menjadi batu loncatan bagi banyak pembalap muda berbakat menuju kancah internasional.

Farres Putra, yang lahir pada 25 Januari 2008, merupakan pembalap andalan tim CKJ Racing, salah satu tim terkemuka di ajang Cub Prix. Kecelakaan fatal itu terjadi pada lap pertama balapan final kelas CP150, sekitar pukul 16.35 waktu setempat.

Kelas CP150 adalah kategori utama dalam Cub Prix, menampilkan persaingan ketat di antara pembalap-pembalap terbaik dengan motor 150cc yang dimodifikasi. Motor bernomor 33 yang dikendarainya terlibat senggongan dengan dua pembalap lain di Tikungan 3 sirkuit, sebuah tikungan cepat setelah trek lurus panjang. Senggongan ini memicu reaksi berantai yang tak terhindarkan.

Akibat benturan tersebut, Farres kehilangan kendali atas motornya, terlempar dengan kecepatan tinggi, dan menghantam pagar pembatas sirkuit dengan keras. Insiden ini segera memicu pengibaran bendera merah, menghentikan balapan secara otomatis. Dua pembalap lain yang terlibat dalam insiden tersebut juga dilaporkan terjatuh dan mengalami cedera, meskipun tidak separah yang dialami Farres. Seluruh penonton dan tim di sirkuit terdiam, menyadari keseriusan kecelakaan tersebut.

Penanganan Medis dan Penyebab Kematian

Petugas medis dan tim penyelamat segera bergerak cepat ke lokasi kejadian setelah kecelakaan. Mereka memberikan pertolongan pertama di tempat, menstabilkan kondisi Farres sebelum memindahkannya. Farres kemudian dilarikan menggunakan ambulans khusus balap ke Unit Gawat Darurat Hospital Sultanah Nur Zahirah (HSNZ) di Kuala Terengganu untuk mendapatkan penanganan medis intensif lebih lanjut. Tim dokter berjuang keras untuk menyelamatkan nyawanya, namun cedera yang dideritanya terlalu parah.

Meskipun tim medis telah berupaya maksimal, nyawa Farres tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit beberapa jam kemudian. Pemeriksaan post-mortem yang dilakukan pada Sabtu malam mengonfirmasi bahwa Farres Putra meninggal dunia akibat cedera multipel yang sangat parah pada berbagai bagian tubuh, termasuk trauma kepala dan organ dalam, yang dideritanya dalam kecelakaan tersebut. Ini adalah pengingat tragis akan risiko yang selalu menyertai olahraga balap motor.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kepergian Farres Putra menyisakan duka mendalam bagi seluruh dunia balap motor Malaysia dan Asia. Tim CKJ Racing, tempat Farres bernaung dan berkembang, menyampaikan belasungkawa yang tulus melalui pernyataan resmi di media sosial. Mereka menyebut Farres bukan hanya seorang pembalap berbakat, tetapi juga seorang teman, saudara, dan bagian tak terpisahkan dari keluarga tim. "Kami kehilangan seorang bintang yang sedang bersinar," tulis mereka. Asosiasi Olahraga Motor Malaysia (MAM) juga turut menyampaikan duka cita yang mendalam dan mengapresiasi respons cepat dari tim medis serta petugas darurat di sirkuit yang telah bekerja keras. Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan tanda berkabung, balapan kelas Pro-Am yang seharusnya berlangsung setelah kelas CP150 dibatalkan. Banyak pembalap lain, baik rekan setim maupun rival, mengungkapkan kesedihan mereka di media sosial, mengenang Farres sebagai sosok yang ramah dan penuh semangat.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan