Spanyol Boleh Pede Kalahkan Argentina, Ini 3 Alasannya

Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Kolektivitas, pertahanan solid, dan jejak Luis de la Fuente jadi modal utama.

Diterbitkan 18 Juli 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pertahanan Solid dan Rekor 649 Menit Unai Simon

Menjelang final, Spanyol baru kebobolan satu gol. Hasil imbang 0-0 pada laga pembuka melawan Tanjung Verde sempat menuai cemoohan. Namun kini sang juara Eropa menjalani turnamen dengan performa pertahanan yang luar biasa.

Hanya Belgia di perempat final yang benar-benar mampu menekan barisan belakang Spanyol dalam beberapa kesempatan dan menjadi satu-satunya tim yang mencetak gol.

Kiper Unai Simon mencatatkan rekor Piala Dunia dengan 649 menit tanpa kebobolan, melampaui rekor milik Walter Zenga yang telah bertahan selama 36 tahun dengan selisih yang cukup jauh.

Kerapian struktur di depan Simon juga penting. Rodri berperan sebagai jenderal lini tengah yang melindungi empat bek, sementara Pau Cubarsi yang baru berusia 19 tahun nyaris tak memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang di areanya.

Jejak Luis De La Fuente: Minim Kekalahan, Tanpa Tumbang di Turnamen Besar

Sejak mengambil alih kursi pelatih pada Januari 2023, Luis de la Fuente memimpin 48 pertandingan internasional. Ia hanya menelan tiga kekalahan dan tidak satu pun terjadi di turnamen besar.

Sejak kalah 0–2 dari Skotlandia pada kualifikasi Euro, Maret 2023, Spanyol hanya tumbang di final Nations League melawan Portugal musim panas tahun lalu, itu pun melalui adu penalti.

Dalam permainan terbuka, sang juara Eropa tetap tak terkalahkan selama lebih dari tiga tahun di bawah asuhan de la Fuente.

"Saya terus dibuat kagum oleh kemampuan tim ini. Kami terus berkembang, dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya," ujar de la Fuente.

"Ini bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah soal komitmen, bakat, pengorbanan, dan keinginan untuk menjadi versi diri kami yang lebih baik lagi," imbuhnya.

De la Fuente telah bekerja untuk Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) selama 13 tahun dan sebelumnya menangani banyak anggota skuad saat ini di level usia muda. Nilai-nilai kerja kolektif dan disiplin ditanamkan sejak mereka remaja.

Bersama Rodri dan Merino, ia menjuarai Euro U-19 pada 2015. Empat tahun kemudian, Oyarzabal dan Dani Olmo masuk susunan pemain utama saat tim U-21 Spanyol menjuarai kompetisi Eropa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Vincentius Atmaja, Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan