Resmi Gabung Chicago Fire, Robert Lewandowski Ungkap Alasan Pergi ke AS

Striker veteran Robert Lewandowski, 37 tahun, resmi diperkenalkan di Chicago Fire.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 21:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Manajer Gregg Berhalter menyambut kedatangan Lewandowski dengan optimisme tinggi. Ia menyebut penandatanganan ini sebagai "penandatanganan besar" bagi klub dan berharap kehadiran Lewandowski dapat membawa perubahan positif pada budaya tim.

Berhalter memuji Lewandowski sebagai pemain sepak bola yang luar biasa, pribadi yang rendah hati, sangat termotivasi, dan seorang profesional top. Ia berharap keahlian dan profesionalisme Lewandowski dapat menular ke seluruh tim, membantu Chicago Fire mencapai puncak.

Adaptasi dan Duet Maut di Lini Depan

Sebelum mengambil keputusan besar ini, Lewandowski sempat berkonsultasi dengan mantan rekan setimnya, Bastian Schweinsteiger, yang pernah menghabiskan tiga musim bersama Fire, serta Thomas Müller, yang kini bermain untuk Vancouver Whitecaps. Keduanya memberikan penilaian yang sangat baik mengenai MLS, kota Chicago, dan klub, baik dari segi kehidupan maupun pelatihan.

Lewandowski menyadari akan ada periode adaptasi, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk situasi kehidupan keluarganya. "Pada usia saya, sedikit lebih mudah untuk berganti klub karena saya tahu bahwa terkadang saya harus bersabar dengan segala sesuatu yang terjadi di sekitar saya, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun keluar dari zona nyaman membutuhkan waktu, fokus utama harus tetap pada lapangan. Namun, ia juga mengakui bahwa akan lebih mudah untuk menampilkan permainan terbaik jika segala sesuatu di luar sepak bola sudah siap dan dapat dinikmati.

Di lini serang, Chicago Fire sudah memiliki striker yang sedang dalam performa terbaik, Hugo Cuypers, yang telah mencetak 13 gol dalam 11 pertandingan dan memimpin daftar pencetak gol liga. Berhalter yakin Cuypers dan Lewandowski dapat membentuk duet penyerang yang mematikan. Ia bahkan telah mulai mengoperasikan sistem dua striker dalam sesi latihan. Berhalter melihat tidak ada alasan mengapa kombinasi kedua pemain berkualitas tinggi ini tidak dapat berlanjut, karena keduanya mampu memanfaatkan ruang kecil dan menyelesaikan peluang di bawah tekanan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan