Efek Samping Water Break Piala Dunia 2026: Dikritik Virgil van Dijk

Kritik Virgil van Dijk dan pro-kontra aturan water break Piala Dunia 2026. Antara isu komersialisasi iklan TV dan keuntungan taktik para pelatih.

Diterbitkan 16 Juni 2026, 11:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kondisi ini membuat para suporter merasa kecewa. Mereka menilai penghentian laga di tengah momentum permainan yang sedang seru dapat merusak ritme pertandingan.

Jadi Kesempatan Pelatih Mengubah Taktik

Di balik perdebatan mengenai tayangan iklan, momen istirahat minum ini rupanya mendatangkan berkah tersendiri bagi strategi tim di lapangan.

Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, membenarkan bahwa keberadaan water break mempermudah timnya untuk mengoreksi taktik saat bertanding melawan Curacao. Pada laga tersebut, skuad Jerman berhasil menang besar dengan skor akhir 7-1.

Menurut penjelasan Nagelsmann, tim Curacao menerapkan strategi formasi berlian (diamond midfield), sebuah pola permainan yang tergolong langka dalam dunia sepak bola modern saat ini.

"Curacao bermain dengan pola diamond dan kami mengubah cara menyerang sebelum jeda minum. Meski begitu, para pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi karena sangat jarang menghadapi tim dengan formasi seperti itu saat ini," ujar Nagelsmann.

Dirinya pun tidak memungkiri bahwa waktu rehat tersebut menjadi kesempatan emas untuk mempertegas kembali arahan taktik kepada anak asuhnya.

"Water break sangat membantu kami untuk mengingatkan kembali penyesuaian yang sudah dijelaskan di papan taktik," tambahnya.

Hingga saat ini, regulasi hydration break masih terus menjadi bahan perbincangan hangat di sepanjang turnamen Piala Dunia 2026. Di lain sisi, pihak FIFA tetap teguh pada pendiriannya bahwa aturan ini murni demi melindungi kesehatan sekaligus keselamatan para atlet.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan