2013 Era Sepi Dunia Ring Tinju

Ring tinju nasional dan dunia tak seriuh seperti era 1960-80-an silam. Ring tinju 2013 cenderung sepi. Ada tragedi berdarah di seputar ring.

Diterbitkan 24 Desember 2013, 08:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Ring tinju nasional dan dunia tak seriuh seperti era 1960-80-an silam. Namun demikian masih ada beberapa peristiwa olahraga adu jotos itu yang layak disimak. Di antaranya juara kelas berat dunia asal Ukraina Vladimir Klitschko yang sukses mempertahankan gelarnya.

Pertarungan tinju di kelas super welter WBC dan WBA sempat menarik perhatian dunia. Sang juara Lloyd Mayweather asal Amerika Serikat mencatatkan rekor bayaran terbesar dalam sejarah tinju. Pada pertarungannya 14 September 2013, Mayweather dibayar US$ 41,5 juta. Pantaslah, Mayweather dijuluki Lloyd 'Money' Mayweather.

Jagoan kelas welter WBO asal Filipina Manny Pacquiao juga mempertahankan gelarnya menjelang rencana gantung sarung tinju.

Petinju kebanggaan Indonesia Chris John gagal mempertahankan gelarnya dalam pertarungan yang digelar di Perth, Australia 6 Desember 2013. Chris John kalah TKO dari petinju asal Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka.

Tahun ini diwarnai dengan tragedi di sekitar ring tinju lokal di Tanah Air. Tragedi itu terjadi 14 Juli silam di Nabire. Menurut pihak kepolisian, 17 orang tewas terinjak-injak saat terjadi kericuhan di sekitar ring tinju.

Selain tragedi, tahun 2013 ini juga diwarnai dengan berita duka meninggalnya legenda tinju kelas berat dunia Ken Norton dalam usia 70 tahun, Kamis 19 September. Inilah catatan peristiwa menonjol seputar ring tinju sepanjang 2013.


1. Tragedi Berdarah Tinju Nabire

Setelah sepi event tinju nasional, tiba-tiba ada kabar mengejutkan dari Nabire. Bukan kabar prestasi, tapi tragedi. Pihak polisi menyatakan 17 orang penonton tewas dan 39 orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa berdarah itu bermula saat digelar pertarungan tinju antara Yulianus melawan Alfius. Dalam duel itu, wasit memenangkan Alfius. Tak disangka, kemenangan Alfius itu membuat para pendukung Yulianus tak terima. Kerusuhan pun terjadi. Buntutnya, sejumlah penonton terlibat baku pukul, dan sebagian lain berebutan menyelamatkan diri mencari pintu keluar yang ternyata hanya satu. Kondisi itulah, yang menurut polisi menyebabkan para penonton terinjak-injak.  


2. Lloyd Mayweather Catatkan Sejarah

Penguasa tinju

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

kelas super welter versi WBC dan WBA Lloyd 'Money' Mayweather terlalu perkasa bagi petarung asal Meksiko Canelo Alvarez. Dalam pertarungannya di MGM Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu 14 September, Mayweather menang angka mutlak. Sebenarnya bukan masalah pertarungan itu yang menarik perhatian publik tinju dunia, tapi soal bayaran untuk Mayweather. Petinju asal Amerika Serikat itu dalam pertarungan tersebut dibayar US$ 41,5 juta. Bayaran ini belum termasuk dari honor sponsor dan hak siaran televisi kabel. Honor yang diterima Lloyd 'Money' Mayweather ini menjadi bayaran tertinggi dalam sejarah tinju profesional.

Halaman
Show All
Vincent Hakim Roosadhy, VinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan