Penyebab Kekalahan Arsenal dari Manchester City Akhirnya Terungkap, Apa Itu?

Kekalahan tipis 1-2 Arsenal saat bertandang ke markas Manchester City pada laga Minggu (19/4/2026) menyisakan sejumlah catatan penting.

Diterbitkan 20 April 2026, 16:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan tipis 1-2 yang dialami Arsenal saat bertandang ke markas Manchester City pada laga Minggu (19/4/2026) menyisakan sejumlah catatan penting.

Meski tampil kompetitif sepanjang pertandingan, The Gunners harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan.

Berbagai faktor sempat disorot sebagai penyebab kekalahan, mulai dari performa di bawah standar Gabriel Magalhaes, kesalahan krusial Eberechi Eze, hingga badai cedera yang memengaruhi stabilitas tim. Namun, kapten Arsenal, Martin Odegaard, memiliki pandangan yang lebih spesifik terkait hasil tersebut.

Penilaian Odegaard

Dalam wawancaranya bersama Sky Sports, Odegaard menilai bahwa penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang membuat timnya gagal meraih poin di Etihad Stadium.

Arsenal sejatinya menunjukkan performa yang cukup solid. Mereka tampil agresif dalam menekan, kuat dalam duel fisik, serta mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama di babak kedua. Dalam beberapa momen, Arsenal bahkan terlihat mampu mengimbangi dominasi tuan rumah.

“Kami tentu kecewa tidak bisa meraih hasil. Kami datang dengan ambisi mendapatkan poin, dan menurut saya kami bermain cukup baik. Kami melakukan pressing dengan bagus dan memiliki beberapa momen positif, terutama di babak kedua di mana kami terlihat lebih berbahaya,” ujar Odegaard.

Penampilan tersebut mencerminkan bahwa Arsenal tidak sepenuhnya tampil buruk. Mereka mampu memaksa City keluar dari zona nyaman dan membuka ruang untuk menciptakan peluang. Namun, perbedaan kualitas terlihat jelas saat memasuki fase akhir serangan.

Arsenal Gagal Manfaatkan Peluang

Odegaard menegaskan bahwa timnya memiliki beberapa peluang emas yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Sayangnya, ketajaman di depan gawang justru menjadi titik lemah.

“Ada beberapa peluang besar di depan gawang. Dalam pertandingan seperti ini, detail kecil sangat menentukan. Kami kurang tajam dalam penyelesaian akhir, dan itu yang membuat kami pulang tanpa hasil,” tambahnya.

Satu-satunya gol Arsenal dalam laga tersebut bahkan lahir dari kesalahan penjaga gawang lawan, bukan dari skema serangan yang benar-benar matang. Hal ini semakin menegaskan bahwa efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim asuhan Mikel Arteta.

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Harsiwi Achmad Buka Data Piala Presiden 2026: Meningkat 16 Persen dari Tahun Lalu

Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal
  • Manchester City sukses mengganggu dominasi Manchester United dalam beberapa musim belakangan karena akusisi yang dilakukan oleh Sheikh Manso
    Manchester City menjadi salah satu klub elite Liga Inggris dalam 1 dekade terakhir
    Manchester City
  • Premier League
  • Martin Odegaard
  • Man City