AC Milan: Akhir Laju Tak Terkalahkan dan Selisih 10 Poin dari Inter Milan

AC Milan vs Parma berakhir pahit bagi Rossoneri setelah kalah 0-1 di San Siro dan tertinggal 10 poin dari Inter di puncak klasemen Liga Italia.

Diterbitkan 23 Februari 2026, 13:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Milan vs Parma menjadi laga yang menandai berakhirnya laju tak terkalahkan AC Milan di Liga Italia musim ini. Kekalahan 0-1 di San Siro membuat peluang mereka dalam perburuan Scudetto semakin menipis.

Gol tunggal Parma tercipta pada menit-menit akhir melalui sundulan Mariano Troilo dari situasi sepak pojok. Gol sempat dianulir sebelum akhirnya disahkan setelah peninjauan VAR selama sekitar tiga menit.

Hasil ini mengakhiri catatan unbeaten Milan di angka 24 pertandingan dan membuat jarak dengan Inter Milan melebar menjadi 10 poin di puncak klasemen. Situasi tersebut memaksa fokus tim beralih ke target realistis berupa tiket Liga Champions.

Peluang Terbuang dan Tekanan Sepanjang Laga

Milan menguasai permainan hampir sepanjang pertandingan, terutama pada babak kedua. Akan tetapi, dominasi tersebut tidak diikuti dengan penyelesaian akhir yang efektif.

Rafael Leao dua kali membentur tiang gawang, termasuk satu volley yang memantul di dalam garis tetapi tidak masuk ke gawang. Christian Pulisic juga gagal memaksimalkan beberapa peluang emas dari jarak dekat.

Ardon Jashari, Ruben Loftus-Cheek, dan Adrien Rabiot turut memiliki kesempatan mencetak gol. Semua peluang itu berakhir tanpa hasil karena rapatnya pertahanan Parma dan kurangnya ketenangan di kotak penalti.

Tekanan semakin meningkat setelah Milan memasukkan Strahinja Pavlovic dan Niclas Fullkrug untuk menambah daya gedor. Fullkrug hampir menyamakan kedudukan di menit akhir, tetapi tembakannya hanya mengenai sisi jaring gawang.

Cedera, Rotasi, dan Kontroversi VAR

Pertandingan ini juga diwarnai gangguan taktik sejak sebelum kick-off. Matteo Gabbia cedera saat pemanasan dan posisinya digantikan oleh Koni De Winter.

Ruben Loftus-Cheek kemudian harus keluar lapangan akibat benturan kepala dengan kiper Parma dan digantikan Ardon Jashari sesuai protokol gegar otak. Kondisi ini memaksa Massimiliano Allegri menyesuaikan susunan pemain lebih cepat dari rencana awal.

Allegri sebelumnya melakukan rotasi besar dengan memasukkan Bartesaghi, Estupinan, Rabiot, serta duet Leao–Pulisic di lini depan. Strategi tersebut membuat Milan tetap agresif, tetapi kurang stabil dalam menjaga keseimbangan permainan.

Keputusan wasit dan VAR pada gol Parma menjadi momen paling kontroversial dalam laga ini. Kekecewaan kubu tuan rumah terasa kuat karena gol tersebut lahir ketika Milan sedang menekan habis-habisan.

Kekalahan di laga Milan vs Parma bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan titik balik dalam perjalanan musim Rossoneri. Dengan selisih 10 poin dari Inter, perebutan gelar semakin menjauh dan konsentrasi kini tertuju pada mengamankan posisi empat besar.

Sumber: Sempre Milan

Klasemen Serie A/Liga Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Liverpool Temukan Opsi Murah Bradley Barcola

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Liga Italia
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • Inter Milan adalah klub sepak bola dari kota Milan yang bermain di Serie-A Liga Italia
    Inter Milan adalah klub sepak bola dari kota Milan yang bermain di Serie-A Liga Italia
    Inter Milan
  • Parma