Barcelona Dibantai 4-0, Hansi Flick Semprot VAR Usai Drama 7 Menit di Metropolitano

Barcelona takluk 4-0 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Hansi Flick kritik keras drama VAR 7 menit yang rugikan Blaugrana dalam laga panas tersebut

Diterbitkan 13 Februari 2026, 13:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Skuad Blaugrana dipaksa menyerah dengan skor telak empat gol tanpa balas dalam laga semifinal Copa del Rey tersebut.

Kekalahan besar ini tentu memberikan rasa sakit yang mendalam bagi tim tamu. Namun, Hansi Flick selaku pelatih bukan hanya merasa geram karena hasil akhir di papan skor.

Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut tidak mampu menutupi kekecewaannya begitu pertandingan berakhir. Fokus utamanya tertuju pada kinerja wasit serta penggunaan teknologi VAR yang dianggapnya bermasalah.

Flick melontarkan kritik pedas terhadap keputusan wasit yang menganulir gol dari Pau Cubarsi. Ia mempertanyakan durasi pengecekan VAR yang dinilainya sangat tidak masuk akal bagi sebuah pertandingan sepak bola.

Drama VAR Tujuh Menit

Kejadian kontroversial muncul ketika gol yang dicetak Barcelona diputuskan untuk dibatalkan. Tim VAR memerlukan waktu hampir delapan menit sebelum akhirnya menetapkan bahwa gol tersebut tidak sah.

Hansi Flick berpendapat bahwa penundaan yang terlampau lama tersebut telah merusak ritme permainan timnya. Ia merasa tidak melihat adanya pelanggaran ataupun posisi offside yang kasat mata dalam proses gol tersebut.

"Ini adalah sebuah kekacauan. Mereka harus menunggu hingga tujuh menit, ayolah. Apakah mereka baru menemukan sesuatu setelah tujuh menit itu?" ujar Flick sebagaimana dikutip dari Marca.

Flick menganggap keputusan yang diambil tersebut seolah-olah terlihat sangat dipaksakan. Dirinya juga menyesalkan minimnya penjelasan atau komunikasi dari para perangkat pertandingan yang bertugas.

"Ketika saya mengamati situasi tersebut, sangat jelas bahwa tidak ada posisi offside. Mungkin mereka melihat hal yang berbeda dari sudut pandang lain," tuturnya.

"Jika memang ada temuan lain, seharusnya beri tahu kami. Tidak ada komunikasi sama sekali dan ini sangat buruk," tegas Flick kembali.

Pelajaran Mahal di Babak Pertama

Di samping permasalahan terkait keputusan wasit, Flick tetap berjiwa besar dengan mengakui performa buruk timnya. Ia menyoroti penampilan anak asuhnya yang kurang maksimal, terutama sepanjang babak pertama berlangsung.

Barcelona tampak kesulitan dalam menjaga kerapatan jarak antarlini selama pertandingan. Lamine Yamal dan kawan-kawan juga dinilai gagal menerapkan skema pressing yang efektif sehingga lawan bisa bermain lebih leluasa.

"Kami tidak menunjukkan performa yang baik di babak pertama. Kami tidak bermain sebagai sebuah kesatuan tim karena jarak antarlini yang terlalu lebar," aku Flick secara jujur.

Atletico Madrid tampil dengan agresivitas tinggi serta rasa lapar akan gol yang sangat terlihat. Hal ini pun menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi barisan pemain muda yang menghuni skuad Barca saat ini.

"Kami gagal melakukan penekanan dengan baik. Dalam 45 menit pertama, kami benar-benar mendapatkan pelajaran yang sangat krusial," imbuhnya lagi.

Pasang Badan untuk Pemain

Walaupun harus menerima kekalahan telak 4-0, Flick enggan melemparkan kesalahan kepada individu para pemainnya. Ia juga tidak ingin menggunakan situasi badai cedera sebagai alasan di balik hasil negatif tersebut.

Mantan pelatih Bayern Munich ini justru mengaku tetap merasa bangga terhadap perjuangan keras timnya sepanjang musim ini. Ia menegaskan bahwa sebuah kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pematangan skuad.

"Saya sama sekali tidak merasa kecewa dengan tim ini. Saya justru bahagia dengan perjalanan yang telah kami lalui musim ini meskipun banyak pemain yang mengalami cedera," ungkapnya.

"Mengalami kekalahan adalah bagian dari permainan. Ini memang hasil yang menyakitkan, tetapi saya akan tetap berdiri tegak dan bangga dengan tim ini," lanjut Flick.

Kini, Barcelona harus mengejar keajaiban pada pertandingan leg kedua yang akan diselenggarakan di hadapan pendukung sendiri. Flick sangat berharap dukungan penuh dari suporter dapat memberikan suntikan energi tambahan yang luar biasa.

"Kami masih memiliki dua babak lagi untuk diperjuangkan. Jika kami mampu mencetak kemenangan 2-0 di setiap babak, maka peluang itu masih ada dengan bantuan dukungan suporter di rumah," pungkasnya.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Copa del Rey dalam bahasa Spanyol adalah sebuah kompetisi sepak bola tahunan yang diperuntukkan untuk klub-klub sepak bola Spanyol.
    Copa Del Rey
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Atletico Madrid adalah sebuah klub asal Spanyol yang berlaga di La Liga
    Atletico Madrid adalah sebuah klub asal Spanyol yang berlaga di La Liga
    Atletico Madrid
  • liputan6
    Hans-Dieter atau dikenal dengan nama Hansi Flick, adalah seorang mantan pemain, dan pelatih sepak bola yang melatih Tim nasional Jerman.
    Hansi Flick
  • Liga Spanyol