Parma vs Inter Milan: Cristian Chivu Kokohkan Nerrazurri di Puncak Klasemen Liga Italia

Parma vs Inter Milan berakhir 0-2.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 13:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Duel Parma vs Inter Milan pada lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Stadion Ennio Tardini, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, berakhir 0-2. 

Hasil manis tersebut mengokohkan posisi Inter Milan di puncak klasemen sementara Liga Italia dengan raihan 42 poin, berjarak empat angka dengan AC Milan di peringkat kedua.

Pasukan Cristian Chivu bertandang ke markas Parma dengan bekal lima kemenangan beruntun di sejumlah laga terakhir mereka di Serie A. Pada pertandingan sebelumnya, Inter berhasil mengkandaskan Bologna dengan skor 3-1, kemenangan yang juga merupakan pembalasan, karena klub asuhan Chivu itu sempat disingkirkan I Rossoblu dari Piala Super Italia pada Desember lalu.

Sementara itu, performa Parma di liga sempat memburuk karena klub tersebut melalui enam pertandingan sejak awal Oktober hingga awal November dengan tanpa kemenangan. Saat ini, lima pertandingan Serie A terakhir klub asuhan Carlos Cuesta tersebut diwarnai dengan dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu kali seri.

Chivu mengistirahatkan sejumlah pemainnya agar siap untuk duel melawan Napoli pada pekan depan. Marcus Thuram, Alessandro Bastoni, Piotr Zielinski, dan Nicolo Barella merupakan nama-nama yang dicadangkan oleh sang pelatih dalam laga melawan Parma.

Bila melihat performa Inter dalam beberapa pertandingan terakhir, tak mengherankan jika klub tersebut diunggulkan untuk dapat mendominasi duel melawan Parma. Hasil laga ini membuat tim tuan rumah tidak beranjak dari peringkat ke-15.

 

Jalannya Pertandingan Parma vs Inter

Sejak pertandingan dimulai, Inter menggempur pertahanan Parma melalui serangkaian percobaan tembakan dari duet Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito. Parma sempat mencoba membalas melalui tendangan voli Jakob Ondrejka, namun tak berhasil karena membentur tiang belakangang gawang.

Pada menit ke-42, Federico Dimarco berhasil membuka keunggulan lewat tembakan dari sudut sempit ke gawang Edoardo Corvi. Gol yang tercipta dari bantuan assist Esposito itu sempat dianulir karena offiside, namun VAR menunjukkan bahwa gol tersebut sah.

Inter nyaris menggandakan keunggulan pada menit-menit akhir melalui sepakan Ange-Yoan Bonny, namun harus dianulir karena tinjauan VAR menunjukkan bahwa adanya pelanggaran handball dalam proses terciptanya gol Bonny. Pada menit ke-98, Inter benar-benar mencetak gol kedua, melalui umpan lambung yang berhasil dikonversi Thuram menjadi gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Inter berhasil menguasai bola sejak awal pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan, dengan catatan penguasaan bola sebesar 63 persen, berbanding dengan Parma yang mencatatkan 37 persen penguasaan bola. Nerrazurri mencatatkan jumlah operan sebanyak 662 dengan tingkat akurasi sebesar 89 persen, jumlah yang terpaut cukup jauh dibanding Parma yang telah melakukan 386 operan dengan akurasi sebesar 77 persen. Bermain dengan dominan membuat Inter jauh lebih banyak melakukan tembakan ke area pertahanan lawan dibandingkan sang tuan rumah. Inter tercatat melakukan 26 tembakan dengan delapan di antaranya tepat ke arah gawang, sedangkan Parma hanya sanggup membuat 4 tembakan dan tak ada satu pun yang mengarah ke gawang Yann Sommer.

Halaman
Show All
Mochamad Thoriq Nur Furqon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan