Harga Tiket Piala Dunia 2026 Dipangkas FIFA Buntut Protes Global

Menanggapi gelombang protes global, FIFA akhirnya memutuskan untuk memangkas harga tiket Piala Dunia 2026 dengan memperkenalkan kategori baru yang lebih terjang

OlehThomas
Diterbitkan 17 Desember 2025, 23:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengambil langkah signifikan dengan memangkas harga tiket Piala Dunia 2026 setelah menghadapi gelombang protes keras dari para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Keputusan ini diumumkan pada Selasa, 16 Desember 2025, sebagai respons terhadap kritik yang menyebut harga tiket awal terlalu mahal dan tidak terjangkau bagi suporter setia.

Langkah FIFA ini diharapkan dapat meredakan kekecewaan dan memastikan turnamen paling bergengsi ini tetap dapat diakses oleh basis penggemar yang lebih luas.

Sebelumnya, harga tiket yang ditetapkan oleh FIFA memicu kemarahan besar di kalangan suporter, dengan banyak pihak menilai federasi sepak bola dunia itu telah mengabaikan penggemar loyal. Harga awal untuk fase grup termurah berkisar antara $120 hingga $265, jauh melampaui janji awal $21 yang disampaikan delapan tahun lalu.

Bahkan, tiket final bisa mencapai $4.185 hingga $8.680 untuk kategori premium, membuat banyak suporter merasa terpinggirkan dari perhelatan akbar ini.

Pemangkasan harga tiket ini menandai koreksi penting atas strategi penjualan FIFA yang menuai kritik tajam. Dengan diperkenalkannya kategori tiket baru, FIFA berupaya menyeimbangkan antara target pendapatan dan keinginan untuk menjaga inklusivitas turnamen. Kebijakan ini diharapkan dapat mengembalikan semangat Piala Dunia sebagai ajang yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya segelintir orang.

Latar Belakang Protes Harga Tiket yang Melonjak

Harga tiket Piala Dunia 2026 yang diumumkan FIFA sebelumnya memicu gelombang kemarahan dan kekecewaan di kalangan penggemar global. Tiket fase grup termurah awalnya dipatok antara $120 hingga $265, jauh di atas janji awal $21 yang pernah disampaikan saat proses penawaran tuan rumah delapan tahun lalu. Kenaikan harga ini membuat total biaya bagi seorang suporter untuk mengikuti tim dari awal hingga final diperkirakan bisa mencapai lebih dari $7.000, atau sekitar Rp112 juta.

Kelompok suporter Eropa, Football Supporters Europe (FSE), mengecam harga tersebut sebagai 'pemerasan' dan 'astronomis', bahkan menyebutnya sebagai 'pengkhianatan monumental' terhadap tradisi Piala Dunia. FSE menyoroti bahwa harga tiket Piala Dunia 2026 hampir lima kali lebih tinggi dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Kekhawatiran juga muncul terkait penerapan sistem harga dinamis (dynamic pricing) dan biaya tambahan pada platform penjualan ulang resmi FIFA, yang dianggap memberatkan penggemar. Para suporter merasa bahwa Piala Dunia kini mulai menjauh dari mereka yang selama ini menjadi bagian penting atmosfer turnamen, mengancam boikot jika tidak ada perubahan kebijakan.

Kebijakan Baru FIFA untuk Tiket yang Lebih Terjangkau

Menanggapi tekanan publik dan protes global, FIFA mengumumkan pengenalan kategori tiket baru bernama 'Supporter Entry Tier'. Tiket ini akan dijual dengan harga tetap $60 (sekitar Rp960 ribu) per tiket dan akan tersedia untuk setiap dari 104 pertandingan di turnamen tersebut, termasuk laga final. Pengumuman penting ini dilakukan pada Selasa, 16 Desember 2025.

Tiket 'Supporter Entry Tier' ini dialokasikan khusus untuk suporter setia dari tim nasional yang berhasil lolos kualifikasi. Setiap federasi nasional (Participating Member Associations/PMAs) akan menerima alokasi tiket ini, yang merupakan 10% dari total alokasi tiket mereka. Federasi memiliki wewenang untuk mendistribusikan tiket ini kepada penggemar setia yang memiliki rekam jejak mengikuti laga timnas mereka.

Jumlah tiket seharga $60 per pertandingan diperkirakan antara 400 hingga 750 lembar per tim, menjadikannya opsi yang sangat terbatas namun signifikan. Selain itu, FIFA juga mengumumkan akan membebaskan biaya administrasi untuk pengembalian dana bagi penggemar yang membeli tiket pertandingan fase gugur, namun tim mereka tersingkir sebelum pertandingan tersebut.

Reaksi dan Konteks Piala Dunia 2026

Meskipun menyambut baik pengumuman tersebut, kelompok suporter Football Supporters Europe (FSE) menyatakan bahwa respons FIFA masih 'belum cukup'. Mereka menganggap pemangkasan harga ini sebagai 'taktik meredakan' kemarahan akibat reaksi negatif global. FSE berpendapat bahwa kebijakan penetapan harga tiket FIFA tidak tetap, diputuskan secara tergesa-gesa, dan tanpa konsultasi yang memadai dengan kelompok penggemar.

Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dan akan menjadi edisi pertama dengan 48 tim peserta. Turnamen ini diproyeksikan menjadi yang paling mahal dalam sejarah bagi penggemar, dengan FIFA menargetkan pendapatan setidaknya $10 miliar dari turnamen ini.

Meskipun ada protes, FIFA melaporkan telah menerima lebih dari 20 juta permintaan tiket pada fase penjualan terbaru, menunjukkan tingginya minat terhadap turnamen tersebut. Fase penjualan tiket meliputi Visa Presale Draw, Early Ticket Draw, Random Selection Draw (11 Desember 2025 - 13 Januari 2026), dan Last-Minute Sales Phase yang akan mendekati turnamen.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan