Penalti Unik Hornkamp Hop Gegerkan Sepak Bola, Bakal Jadi Tren seperti Panenka?

Jizz Hornkamp, striker Heracles, mencetak gol melalui penalti unik. Eksekusi yang dinamai 'Hornkamp Hop' ini sempat memicu perdebatan sengit.

Diterbitkan 17 Desember 2025, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dunia sepak bola kembali dihebohkan dengan sebuah inovasi dalam eksekusi tendangan penalti. Kali ini, striker Heracles, Jizz Hornkamp, menjadi sorotan setelah melakukan tendangan penalti unik saat timnya menghadapi PSV Eindhoven dalam lanjutan Eredivisie Belanda.

Teknik yang dijuluki 'Hornkamp Hop' ini memicu perdebatan luas di kalangan pemain, analis, hingga penggemar sepak bola.

Momen kontroversial ini terjadi di penghujung babak pertama, saat Heracles mendapatkan hadiah penalti ketiga dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 4-3 dari PSV tersebut. Hornkamp, dengan kepercayaan diri tinggi, melangkah maju untuk mengambil tendangan penalti yang kemudian menjadi buah bibir. Aksi uniknya ini berhasil mengecoh kiper lawan dan berbuah gol, namun menyisakan pertanyaan besar tentang legalitasnya.

Kejadian ini tidak hanya menarik perhatian karena keunikan tekniknya, tetapi juga karena melibatkan interpretasi aturan sepak bola yang cukup pelik. Banyak pihak mempertanyakan apakah gerakan 'melompat' yang dilakukan Hornkamp melanggar aturan feinting atau tipuan yang dilarang dalam tendangan penalti. Insiden ini pun menjadi topik hangat yang dibahas secara mendalam di berbagai media olahraga.

Teknik di Balik Penalti Unik "Hornkamp Hop"

Teknik Penalti Unik 'Hornkamp Hop' yang diperagakan Jizz Hornkamp memiliki ciri khas yang sangat mencolok. Hornkamp memulai dengan mengambil empat langkah mundur dari titik penalti, lalu bergerak maju menuju bola.

Saat mendekati bola, ia terus menatap kiper PSV, Matej Kovar, dan tanpa menghentikan langkahnya, ia melompat dua kali dengan kaki kirinya. Setelah lompatan ganda tersebut, ia menendang bola ke arah yang berlawanan dari gerakan kiper, memastikan bola bersarang di gawang.

Hornkamp menjelaskan bahwa teknik ini telah ia latih berkali-kali dalam sesi latihan. Ia sengaja menunda lompatan hingga saat-saat terakhir agar kiper berpikir ia akan langsung menembak, sehingga kiper akan bergerak lebih awal. Strategi ini memungkinkan Hornkamp untuk menempatkan bola dengan tenang ke sudut yang berlawanan tanpa perlu tendangan keras.

Reaksi Beragam Terhadap Penalti Kontroversial

Penalti 'Hornkamp Hop' menuai beragam reaksi, terutama dari kubu PSV. Para pemain PSV segera melancarkan protes kepada wasit setelah gol disahkan, berargumen bahwa Hornkamp telah melakukan feint atau tipuan yang melanggar aturan tendangan penalti.

Kiper cadangan PSV, Nick Olij, bahkan menghampiri Hornkamp saat jeda pertandingan untuk menanyakan teknik aneh yang baru saja ia lakukan. Hornkamp dengan santai menjawab, "Hanya sedikit lompatan dan... selesai," sambil menirukan gerakannya.

Analis ESPN NL, Marciano Vink, menyatakan keheranannya terhadap teknik ini. "Saya belum pernah melihat ini sebelumnya. Dia terlihat pincang," ujarnya.

Vink juga menambahkan bahwa dibutuhkan kepercayaan diri yang sangat tinggi untuk melakukan tendangan semacam itu. Ia bahkan membandingkan 'Hornkamp Hop' dengan teknik penalti unik lainnya seperti 'hop' dan tendangan tanpa ancang-ancang dari Bilal Ould-Chikh.

Legalitas "Hornkamp Hop" Menurut Aturan IFAB

Legalitas penalti 'Hornkamp Hop' menjadi inti perdebatan, mengingat aturan IFAB (International Football Association Board) mengenai feinting atau tipuan ilegal pada tendangan penalti. Aturan ini memang jelas, namun memberikan ruang interpretasi bagi wasit pertandingan.

Menurut aturan IFAB, feinting yang legal adalah gerakan tipuan selama ancang-ancang, di mana pemain dapat berhenti, tersendat, jeda, atau melakukan gerakan menipu selama mereka mempertahankan momentum maju menuju bola. Contohnya, gerakan 'step-and-stop' atau 'stutter-step' dalam ancang-ancang diizinkan.

Namun, feinting menjadi ilegal jika dilakukan setelah pemain menyelesaikan ancang-ancang mereka, yaitu saat tendangan dan langkah terakhir sedang bergerak. Pada titik ini, pemain tidak boleh melakukan tipuan untuk menendang bola. Jika pelanggaran ini terjadi, konsekuensinya adalah tendangan bebas tidak langsung untuk tim lawan dan kartu kuning untuk penendang, bahkan jika gol tercipta.

Dalam kasus Hornkamp, putusan wasit menganggap tendangan tersebut sah. Hal ini karena adanya gerakan maju yang konstan menuju bola, meskipun gerakan 'melompat' itu sendiri sangat minim. Untuk menghukum penendang, wasit akan mencari adanya jeda definitif dalam gerakan mereka pada tindakan terakhir, sebelum memulai kembali tindakan untuk memainkan bola ke depan.

Pelanggaran semacam ini sangat jarang menyebabkan penendang penalti dihukum. Dengan demikian, 'Hornkamp Hop' dianggap sebagai bagian dari ancang-ancang yang diperbolehkan, bukan tipuan ilegal pada saat menendang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6