Alarm di Lini Depan Milan: Ketergantungan pada Christian Pulisic Sangat Nyata dan Alternatif Penyerang yang Minim

AC Milan menang atas Sassuolo, tetapi masalah lini depan terkuak. Gol bukan dari penyerang, dan saat Pulisic menurun, Milan kesulitan mencetak gol.

Diterbitkan 15 Desember 2025, 20:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan meraih hasil imbang pada pekan ke-15 Serie A 2025/2026 saat menjamu Sassuolo. Namun, kemenangan itu menyisakan tanda tanya besar terkait efektivitas lini serang Rossoneri.

Dua gol Milan justru lahir dari kaki Davide Bartesaghi, seorang bek kiri berusia 19 tahun. Fakta ini langsung menyorot problem lama: kontribusi gol penyerang Milan masih jauh dari kata ideal.

Ketergantungan Milan pada Christian Pulisic kembali terlihat jelas. Ketika sang bintang Amerika Serikat tidak berada dalam performa terbaik, alur serangan Milan pun kehilangan daya dobrak.

Situasi ini menjadi sinyal peringatan bagi Massimiliano Allegri. Jika ingin konsisten bersaing di papan atas Serie A dan menjaga peluang Scudetto, Milan harus segera menemukan solusi di lini depan.

Gol Datang dari Bek dan Serangan Milan Dipertanyakan

Davide Bartesaghi memang tampil luar biasa dengan dua golnya ke gawang Sassuolo. Penampilan itu menjadi kisah indah tersendiri bagi pemain muda Milan.

Namun, seperti dicatat La Gazzetta dello Sport, kisah manis tersebut tidak menutupi persoalan mendasar. Milan tidak bisa terus berharap pada gol dari pemain bertahan untuk mengamankan poin.

Secara struktural, serangan Milan terlihat tumpul. Ketidakhadiran sosok penyerang murni seperti Olivier Giroud membuat Allegri harus terus berimprovisasi tanpa fondasi serangan yang stabil.

Rafael Leao dan Christopher Nkunku bukan tipe penyerang murni, kriteria yang akan cocok dengan formasi 3-5-2 racikan Allegri.

Ketika Pulisic Menurun, Alternatif Masih Terbatas

Christian Pulisic tetap akan menjadi pusat kreativitas dan gol Milan. Namun, performa gemilang seperti saat melawan Torino tidak selalu bisa diulang di setiap laga.

Duet ideal Pulisic dan Rafael Leao bahkan baru mencatatkan 135 menit bermain bersama. Sementara itu, Nkunku mulai menunjukkan peningkatan, tetapi belum juga mencetak gol di liga.

Santiago Gimenez masih bergulat dengan cedera pergelangan kaki dan belum membuka keran gol Serie A. Dalam situasi ini, Allegri mengakui bahwa 'klub terus memantau bursa transfer'.

Nama Joshua Zirkzee dan Niclas Fullkrug pun mencuat sebagai opsi penguatan. Tanpa tambahan kualitas di lini depan, Milan berisiko kehilangan poin-poin penting lain.

Sumber: Gazzetta dello Sport

Klasemen Serie A 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Lionel Scaloni Beri Sinyal Mundur dari Timnas Argentina

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Liga Italia
  • Christian Mate Pulisic adalah pesepak bola asal Amerika Serikat yang kini merumput bersama Chelsea FC
    Christian Mate Pulisic adalah pesepak bola asal Amerika Serikat yang kini merumput bersama Chelsea FC
    Christian Pulisic
  • Rafael Leao