Dilema Besar Massimiliano Allegri: Luka Modric Tetap Ajaib, tetapi Tenaganya Mulai Menipis di Usia 40 Tahun

Luka Modric tetap luar biasa untuk AC Milan, tetapi usia 40 tahun membuat Allegri menghadapi dilema besar soal menit bermain sang maestro.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 21:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Luka Modric membuat AC Milan berada dalam dilema besar. Performanya yang konsisten sejak tiba dari Real Madrid membuatnya nyaris tak tergantikan. Namun, muncul persoalan baru yang mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir.

Di usia 40 tahun, Modric tetap menunjukkan kecerdasan taktik dan kontrol permainan yang menjadi ciri khasnya. Hanya saja, beban menit bermain yang tinggi membuat tanda-tanda kelelahan mulai terlihat.

Hal ini memunculkan dilema besar bagi pelatih Massimiliano Allegri. Dia harus menjaga keseimbangan antara kualitas dan ketahanan fisik sang gelandang senior agar performaya tetap optimal ketika dimainkan.

Modric selalu menjadi starter di seluruh laga Serie A musim ini, catatan luar biasa untuk pemain dengan usianya. Namun performa menurun melawan Torino menjadi alarm pertama bahwa Milano terlalu bergantung pada maestro Kroasia tersebut.

Modric Tetap Vital, tetapi Mulai Kelelahan

Penampilan Modric menghadapi Torino menunjukkan dua sisi dirinya musim ini. Pada babak pertama, ia kesulitan mengimbangi tempo agresif tuan rumah.

Babak kedua menjadi lebih baik karena aliran bola mulai lebih tenang, diperkuat sifat alami Modric sebagai pengatur ritme lini tengah. Namun pertandingan itu tetap menunjukkan bahwa fisiknya tidak seperti dulu.

Meski demikian, Modric tetap menjadi pemain penting bagi Allegri. Sejak musim dimulai, ia hanya dua kali ditarik sebelum menit ke-90, yaitu saat menghadapi Cremonese dan Udinese.

Allegri Harus Temukan Solusi Rotasi

Modric memang jarang membuat kesalahan fatal, tetapi peran sentralnya sebagai poros serangan membuat beban fisiknya sangat berat.

Jika ia mengalami penurunan performa, transisi Milan menjadi kurang stabil dan lawan mudah menemukan ruang antar lini. Modric tetap prima, tetapi ketergantungan terhadap pemain berusia 40 tahun adalah risiko.

Solusinya mulai terlihat ketika Ardon Jashari tampil baik melawan Lazio di Coppa Italia. Gelandang Swiss itu menunjukkan potensi besar untuk mengisi peran Modric ketika diperlukan, terutama setelah kembali dari cedera panjang.

Sumber: SempreMilan

Klasemen Serie A 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kalahkan Jepang, Atlet Indonesia Football e-League Juara eFootball di China

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan