Man City Nyaris Kolaps di Markas Fulham, Calon Juara yang Rapuh!

City kembali goyah meski menang atas Fulham. Analisis lengkap soal masalah kontrol permainan dan pertahanan dalam perjuangan mereka memburu gelar.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 02:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Possession mereka hanya 43 persen, angka yang sangat tidak biasa bagi tim Guardiola. Ini bukan anomali, karena tren serupa terjadi dalam beberapa laga terakhir.

Cara bermain ini membuka peluang bagi City untuk melakukan serangan balik cepat, tetapi juga menciptakan risiko besar ketika mereka gagal mengendalikan ritme.

Guardiola pun mengaku bingung. “Saya tahu Anda akan bertanya apa yang terjadi, tetapi saya tidak punya jawabannya. Sepak bola adalah emosi,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa timnya menjadi cemas saat bertahan dan tidak mampu menutup ruang dengan benar.

Kehilangan kendali ini mirip dengan laga sebelumnya melawan Leeds United, ketika City juga hampir menyia-nyiakan keunggulan. Polanya berulang: dominan di awal, goyah setelah jeda, lalu panik ketika ditekan.

Pertahanan Longgar Man City

Dalam perebutan gelar, City harus bersaing dengan Arsenal yang sangat solid secara defensif. Perbedaan kedua tim kini begitu mencolok.

City telah kebobolan dua gol atau lebih dalam empat laga terakhir di semua kompetisi. Dalam tiga pertandingan Premier League terakhir, jumlah gol yang masuk ke gawang mereka lebih banyak daripada yang diterima Arsenal sepanjang musim.

Lini pertahanan City tampak tidak selaras, mudah terkejut, dan gagal menutup bola kedua. Bahkan empat gol yang dicetak Fulham semuanya terjadi akibat kelengahan dalam mengantisipasi situasi yang sebenarnya bisa ditebak.

Guardiola mengakui kelemahan itu. Ia menyebut bahwa gol-gol yang masuk berada di area yang seharusnya diisi pemain, tetapi justru tidak ada yang menutupnya.

Dalam situasi berbahaya di menit-menit akhir, hanya penyelamatan garis gawang Josko Gvardiol di masa tambahan waktu yang mencegah City mencatatkan sejarah sebagai salah satu tim yang membuang keunggulan terbesar dalam sejarah Premier League.

Serangan Masih Tajam, Namun Tidak Bisa Menutup Kekacauan

Sisi positif City tetap terlihat dari kekuatan serangan mereka. Lima gol ke gawang Fulham menunjukkan kapasitas lini depan untuk mencetak dalam berbagai situasi. Haaland bahkan nyaris membawa City unggul 6-2 sebelum Fulham balik mencetak dua gol beruntun.

Namun, tanpa kontrol, ketajaman ini menjadi pedang bermata dua. City memang mencetak banyak gol, tetapi mereka juga menciptakan ruang besar bagi lawan untuk menekan balik.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan