Laporan Liputan6.com dari Hong Kong: Mencicipi Tenis Rasa Baru di UTS

Liputan6.com merasakan atmosfer baru di Ultimate Tenis Showdown (UTS).

Diterbitkan 02 Desember 2025, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cerundolo sempa tertinggal 0-2 sebelum menang dramatis 3-2 (9-16, 8-16, 16-13, 11-10, 2-1) untuk kalahkan Mannarino yang berstatus veteran UTS.

Dengan berbagai atributnya, UTS masih membutuhkan waktu untuk sukses mengajak pemain top berkompetisi. Selain itu, Jannik Sinner atau Carlos Alcaraz juga belum tentu mau jika diminta berpartisipasi.

Ini masalah selera, meski promotor sudah menyiapkan hadiah berlimpah bagi peserta. Total bonus pada Grand Final 2025 bernilai 1,865 juta dolar AS. Terlepas itu, UTS sudah memberi alternatif tontonan bagi penonton.

Peraturan Unik UTS

Peraturan UTS mencakup beberapa aspek unik yang berbeda dari tenis tradisional. Pertandingan terdiri dari empat kuarter masing-masing berdurasi 8 menit.

Pemain yang pertama memenangkan tiga kuarter akan menjadi pemenang. Jika imbang 2-2, kuarter kelima dimainkan dalam format Sudden Death, di mana pemain harus memenangkan dua poin beruntun untuk memenangkan laga. Artinya, mulai dari poin kedua, setiap angka adalah match point.

Dalam setiap kuarter, pemain melakukan dua servis secara beruntun dan seterusnya bergantian dengan lawan.

Aturan satu serve per poin diberlakukan, sehingga jika pemain menyia-nyiakan serve, mereka langsung kehilangan angka tersebut. Selain itu, aturan no-let diberlakukan, artinya tidak ada poin yang diulang jika bola servis menyentuh net dan masuk area servis.

Saat bertanding, setiap pemain juga memiliki kartu bonus bernilai poin berlipat. Saat mengaktifkan kartu tersebut, dengan cara menekan tombol, maka mereka bakal mendapat poin ekstra jika sukses mencetak angka.

Pemain juga tidak perlu ragu meminta instruksi pelatih yang mendampingi dan duduk di sofa di sisi lapangan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan