Inter Milan Hajar Lazio dan ke Puncak Klasemen Serie A, Cristian Chivu Sorot Kontribusi Pemain Ini

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan komentar terhadap performa anak asuhnya usai taklukan Lazio di Serie A dengan hasil akhir 2-0.

Diterbitkan 10 November 2025, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan sukses menaklukkan Lazio 2-0 pada pekan ke-11 Serie A 2025/2026, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. Hasil manis itu didapat berkat gol Lautaro Martinez dan Ange-Yoan Bonny.

Laga pekan ini memberi I Nerazzurri kesempatan memuncaki klasemen setelah pemuncak sebelumnya, Napoli, kalah dari Bologna dan AC Milan ditahan Parma. 

 

Namun, tim tamu memiliki tantangan tersebdiri. Lazio bertamu ke San Siro dengan catatan impresif, belum terkalahkan dalam enam laga terakhir di Serie A. Selain itu, gawang dari skuad asuhan Maurizio Sarri itu belum kebobolan dalam empat laga berturut-turut.

Meski rival memiliki catatan pertahanan yang solid, Inter hanya butuh waktu tiga menit untuk menjebol gawang Ivan Provedel lewat gol Martinez, diikuti oleh gol sundulan Bonny setelah menerima umpan dari Federico Dimarco.

Kemenangan atas klub asal Roma itu pun mengantar Inter ke puncak klasemen. Usai kemenganan itu pula, pelatih Cristian Chivu turut memberikan komentar kepada penyerang andalannya yang tampil gemilang dalam laga melawan klub asuhan Maurizio Sarri.

“Lautaro Martinez bekerja sangat keras dan menempatkan dirinya di sisi tim. Saya pikir dia harus selalu merasa tenang dan lebih banyak tersenyum, karena dia perlu menyadari kontribusnya bagi tim, bahkan ketika dia tidak mencetak gol,” kata Chivu kepada DAZN Italia.

Kinerja Memuaskan dan Niat Dominasi Lawan

Sejumlah pemain Inter lain berhasil menunjukkan kontribusi positif untuk tim. Dua gelandang Petar Sucic dan Piotr Zielinski berhasil tampil impresif selama absennya Henrikh Henrikh Mkhitaryan yang cedera. Sementara di lini belakang, Carlos Augusto dan Yann Bisseck, selalu dapat diandalkan dalam berbagai peran di sektor pertahanan.

Meski begitu, Chivu sempat tidak puas atas dua kemenangan Inter dari Hellas Verona dan Kairat Almaty, yang ia rasa tidak mengesankan dan sulit dicapai.

Juru taktik asal Rumania itu menginginkan anak asuhnya bermain dengan mendominasi lawannya, termasuk saat bertemu Lazio.

Bukan Strategi Mudah

Salah satu perubahan yang Chivu lakukan adalah bermain dengan melakukan penekanan secara agresif saat Inter kehilangan bola. Taktik ini sukses menghasilkan gol pertama Nerazzuri setelah Alessandro Bastoni yang berhasil merebut bola kembali dari lawan.

Meski begitu, juru taktik Inter itu mengakui jika gaya bermain barunya ini tidak mudah untuk dimainkan anak asuhnya. Menurutnya, taktik dengan tekanan agresif membutuhkan cukup banyak energi.

Oleh karena itu pula, Chivu perlu melakukan rotasi untuk mengistirahatkan sejumlah pemain. Hal ini ia lakukan agar para penggawanya dapat kembali bermain dengan performa terbaikya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Top 3 Berita Bola: Prediksi Cristiano Ronaldo soal Piala Dunia 2026

Mochamad Thoriq Nur Furqon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan