Kekalahan yang Membuka Mata: Pelajaran untuk Real Madrid dari Anfield

Real Madrid kalah 1-0 di Anfield, dan penampilan itu mengungkap masalah mendasar: efektivitas serangan, pengalaman, dan keputusan pergantian pemain.

Diterbitkan 05 November 2025, 16:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Vinicius menerima kartu kuning ketika terpaksa menghentikan serangan balik Liverpool, contoh bagaimana keputusan diambil karena tekanan, bukan kalkulasi. Thibaut Courtois dan Federico Valverde juga menekankan hal serupa usai pertandingan, pengalaman menjadi faktor yang hilang.

Alonso menambahkan, timnya perlu belajar untuk tidak memberikan pelanggaran di waktu yang tidak tepat.

Pergantian Pemain yang Tidak Berdampak

Formasi awal Alonso tidak berubah dari keberhasilan di El Clasico. Namun saat permainan berjalan dan Liverpool mencetak gol, perubahan yang dilakukan tidak mengubah arah pertandingan.

Eduardo Camavinga menjadi pemain pertama yang diganti, digantikan Rodrygo. Namun, Rodrygo tidak memberi dampak berarti. Ia kehilangan bola sembilan kali dan tidak menciptakan peluang. Keputusan tersebut dipertanyakan, terlebih karena penyerang muda seperti Gonzalo Garcia dan Endrick tidak mendapat kesempatan.

Trent Alexander-Arnold masuk di menit ke-81, tetapi ritme pertandingannya belum kembali setelah cedera, ditambah tekanan emosional dari publik Anfield yang mengenalnya dengan baik.

Pergantian terakhir datang terlambat, dan tidak memberikan bentuk baru pada serangan. Kritik yang dulu pernah ditujukan kepada Carlo Ancelotti kini juga diarahkan kepada Alonso.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan