Patrice Evra Serang Pemain Juventus Usai Pemecatan Igor Tudor: Kalian Terlalu Lembek

Patrice Evra bereaksi keras usai Juventus memecat Igor Tudor. Ia menyebut pemain Juve “lembek” dan menegaskan tak akan kembali ke dunia sepak bola.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 20:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Juventus kembali membuat keputusan besar yang mengguncang ruang ganti. Klub raksasa Italia itu resmi memecat Igor Tudor dari kursi pelatih hanya setelah 11 pertandingan kompetitif musim ini. Keputusan ini diambil usai Bianconeri gagal meraih kemenangan dalam delapan laga beruntun, puncaknya kekalahan 1-2 dari Lazio.

Pemecatan itu langsung memicu reaksi beragam, termasuk dari mantan bek kiri Juventus, Patrice Evra. Sosok yang dikenal lantang dan penuh semangat itu melontarkan kritik pedas lewat video di akun Instagram pribadinya, @patrive.evra. Ia tak hanya menyoroti keputusan klub, tapi juga menuding para pemain Juventus sebagai pihak yang paling bersalah.

Evra, yang pernah menjadi bagian dari skuad Juve era Massimiliano Allegri pada 2014-2017, menilai situasi saat ini mencerminkan hilangnya nilai-nilai sejati klub. Ia membandingkan kondisi Juventus sekarang dengan masa kejayaannya di Turin, ketika semangat dan tanggung jawab menjadi bagian tak terpisahkan dari seragam hitam-putih tersebut.

Dalam pernyataannya, Evra juga menyampaikan dukungan kepada Tudor. Ia mengaku memahami betapa sulitnya menjadi pelatih di lingkungan yang penuh tekanan seperti Juventus, terutama ketika para pemain tidak tampil maksimal di lapangan.

Evra Tegaskan Tak Akan Kembali ke Dunia Sepak Bola

Di awal videonya, Patrice Evra langsung menepis keinginan sebagian fans Juventus yang memintanya kembali ke klub, entah sebagai pelatih atau direktur. Mantan pemain Timnas Prancis itu menegaskan bahwa dirinya sudah benar-benar pensiun dan tidak tertarik kembali ke dunia sepak bola profesional.

“Juventini yang terhormat, saya melihat beberapa pesan dari orang-orang yang mengatakan mereka menginginkan saya sebagai direktur atau pelatih, tetapi saya pensiun empat tahun lalu dan tidak akan kembali ke sepak bola,” ujar Evra.

>Ia menambahkan bahwa keputusan pensiun adalah bentuk kebahagiaan dan ketenangan yang ia rasakan setelah mengorbankan banyak hal selama berkarier. “Saya harus mengorbankan segalanya demi sepak bola, dan saya terlalu menikmati diri saya saat ini. Saya orang yang bahagia dan karena itu saya akan egois tentang hal itu,” lanjutnya.

Evra ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah menutup bab lama dalam hidupnya, dan kini lebih memilih menikmati masa pensiun tanpa tekanan dunia sepak bola yang keras. Meski begitu, kecintaannya pada Juventus masih jelas terasa dalam setiap kata yang ia ucapkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Evra tidak hanya menyampaikan simpati kepada Tudor, tapi juga melontarkan kritik keras kepada para pemain Juventus yang menurutnya gagal menunjukkan tanggung jawab di lapangan. Ia menyebut mereka “lembek” dan tak punya jiwa Juve sejati. “Saya hanya ingin membalas pemecatan Tudor. Terima kasih pelatih atas segalanya. Ini pesan untuk para pemain,” kata Evra. “Ketika mereka memecat pelatih, itu berarti Anda belum menjalankan tugas Anda di lapangan.” Evra kemudian membandingkan situasi itu dengan masa ketika Manchester United memecat David Moyes pada 2014. “Itu hanya terjadi sekali sepanjang karier saya, ketika saya di Manchester United dan mereka memecat David Moyes. Saya merasa sangat buruk, dan saya harap para pemain Juventus saat ini merasakan hal yang sama.” Ia lantas menyebut generasi pemain saat ini sebagai generasi yang 'leman'. “Masalahnya, ini tidak berhasil untuk generasi baru, ini adalah generasi yang lembek. Jadi semua komentator dan pakar yang merupakan mantan pemain hanya membuang-buang waktu untuk berbicara dengan mereka.”

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan