Timnas Italia: Satu Kesalahan Bisa Berarti Akhir dari Perjalanan Menuju Piala Dunia

Pertemuan ini juga mengulang duel gila sebulan lalu, ketika Italia menang 5-4 lewat drama penuh emosi.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 00:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Baginya, semangat dan kebersamaan menjadi fondasi dari perjalanan Italia yang masih panjang. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan rotasi formasi sembari memberikan pujian khusus kepada Francesco Pio Esposito.

Esposito dan Perubahan yang Menentukan

Gattuso tak menutup peluang memainkan Esposito sejak awal setelah sang penyerang muda tampil impresif sebagai pemain pengganti. “Dia anak yang sederhana dengan kualitas besar — dia berlari seperti gelandang,” jelas Gattuso. “Dia memahami permainan dengan mudah. Pertandingan berlangsung selama 95 menit, dan beberapa pemain bisa membuat perbedaan di akhir.”

Ucapan itu menandakan bahwa Gattuso siap menempuh segala cara untuk menjaga keseimbangan tim. Italia yang selama ini mengandalkan kedisiplinan taktik bisa saja tampil lebih dinamis, terlebih menghadapi Israel yang juga agresif. Dengan jadwal berat di depan mata, Gattuso tampak tak ingin kehilangan fokus sedikit pun.

Sebuah Mimpi yang Terus Hidup

Bagi Gattuso, duduk di kursi pelatih Italia masih terasa seperti mimpi. “Ada begitu banyak orang yang rela membayar untuk berada di sini,” ujarnya jujur. “Saya menjalaninya seperti mimpi. Saya memikirkan pelatih-pelatih hebat seperti Lippi dan Trapattoni dan bertanya-tanya, siapa yang menyangka saya akan mendapat kesempatan ini. Saya telah bekerja dengan banyak orang di sini selama bertahun-tahun, jadi rasanya seperti di rumah.”

Gattuso juga sempat menanggapi pujian dari Luciano Spalletti, mantan pelatih timnas sebelumnya. “Dia orang yang sangat jujur, saya menghargai kata-katanya,” tutur Gattuso. “Saya ingin meneleponnya, tetapi tidak ingin mengganggunya. Saya sudah memberi tahu orang-orang di federasi tentang seperti apa dia — ketika dia berbicara, dia tidak pernah memberi pujian kosong.”

Kini, Gattuso menatap laga melawan Israel dengan kepala dingin. Italia sudah tahu rasanya nyaris kehilangan segalanya. Dalam kualifikasi yang begitu ketat, satu kesalahan saja bisa berarti akhir dari perjalanan menuju Piala Dunia.

Sumber: Football Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan