Timnas Italia: Satu Kesalahan Bisa Berarti Akhir dari Perjalanan Menuju Piala Dunia

Pertemuan ini juga mengulang duel gila sebulan lalu, ketika Italia menang 5-4 lewat drama penuh emosi.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 00:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Timnas Italia kembali menatap laga penting di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup I. Kali ini, Azzurri akan meladeni Timnas Israel di Stadio Friuli (Bluenergy Stadium), Udinese, pada Rabu, 15 Oktober 2025, pukul 01.45 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar misi tiga poin, melainkan ujian ketenangan dalam menjaga peluang menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Tim asuhan Gennaro Gattuso sedang dalam performa menanjak. Setelah tersandung di laga pertama, Italia meraih empat kemenangan beruntun yang kembali menyalakan harapan publik. Kemenangan atas Israel akan memperpendek jarak menjadi hanya tiga poin dari Norwegia di puncak klasemen.

Pertemuan ini juga mengulang duel gila sebulan lalu, ketika Italia menang 5-4 lewat drama penuh emosi. Kala itu, Azzurri sempat unggul dua gol, nyaris kehilangan segalanya di menit akhir, sebelum Sandro Tonali menuntaskan laga lewat gol penentu di masa tambahan waktu.

Kini, dengan dua laga tersisa setelah ini — tandang ke Moldova dan menjamu Norwegia — Gattuso tahu betul bahwa setiap pertandingan bernilai final. Italia tidak boleh lagi tergelincir jika ingin menghapus luka dua kali absen di Piala Dunia secara beruntun.

Fokus dan Kebanggaan Gattuso

Menjelang laga kontra Israel, Gattuso menegaskan bahwa seluruh skuadnya fokus penuh pada tujuan utama: lolos ke Piala Dunia. Dalam wawancaranya dengan Sky Sport yang dikutip Football Italia, ia juga menyinggung situasi di luar lapangan.

“Kami senang bahwa telah ada gencatan senjata,” ucap Gattuso. “Melihat orang-orang kembali ke rumah mereka di Gaza, ke tanah mereka, sungguh mengharukan. Besok kami akan memainkan pertandingan kami — akan ada protes di luar, tetapi lebih dari 10.000 fans di dalam stadion akan mendorong kami.”

Selai

n itu, Gattuso memuji karakter dan kekompakan anak asuhnya yang terus tumbuh sebagai tim. “Saya jatuh cinta dengan anak-anak ini karena cara mereka bekerja dan tetap bersatu,” katanya. “Kami tahu kami sedang melalui sebuah perjalanan dan tidak boleh melakukan kesalahan, tetapi saya suka bagaimana kami berkembang.”

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Baginya, semangat dan kebersamaan menjadi fondasi dari perjalanan Italia yang masih panjang. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan rotasi formasi sembari memberikan pujian khusus kepada Francesco Pio Esposito.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan