Evaluasi Kekalahan: Ini Hal-hal yang Harus Diperbaiki Timnas Indonesia jelang Hadapi Irak

Dengan peluang lolos yang masih terbuka, meski sulit, kemenangan atas Irak menjadi harga mati.

Diterbitkan 10 Oktober 2025, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ketajaman Serangan dan Keputusan Taktis

Meski mampu mencetak dua gol lewat penalti Kevin Diks, ketajaman dari open play masih menjadi masalah besar. Dari 10 percobaan tembakan, hanya lima yang mengarah ke gawang, dua di antaranya dari titik putih. Ketergantungan pada penalti sebagai sumber gol utama jelas mengkhawatirkan menjelang laga kontra Irak.

Kluivert juga mendapat sorotan terkait keputusannya dalam membaca situasi di lapangan. Pergantian pemain yang terlambat membuat serangan Indonesia terlihat monoton dan mudah dibaca lawan. Ole Romeny dan Thom Haye yang baru masuk di babak kedua sempat memberi keseimbangan, tetapi waktu sudah terlalu sempit untuk mengejar ketertinggalan.

Berikutnya, kecepatan membaca situasi dan keberanian melakukan rotasi sejak awal akan menjadi faktor penting. Melawan Irak, peluang mencetak gol mungkin tidak akan banyak muncul sehingga efisiensi serangan harus meningkat drastis. Para penyerang dituntut memaksimalkan setiap kesempatan, sekecil apa pun itu.

Mental dan Disiplin Jadi Modal Utama

Selain aspek teknis, kondisi fisik dan mental pemain juga mendapat perhatian serius. Beberapa pemain terlihat kelelahan dan mudah terpancing emosi akibat permainan keras lawan. Kluivert menyadari hal ini bisa menjadi bumerang. Mereka tidak boleh larut dalam emosi. Fokus dan disiplin akan menentukan hasil akhir.

Irak memiliki keunggulan dalam kebugaran dan pengalaman di level internasional. Mereka juga bisa menganalisis permainan Indonesia berdasarkan laga melawan Arab Saudi. Oleh karena itu, Kluivert diprediksi akan melakukan rotasi pemain dan menyesuaikan formasi agar lebih seimbang.

Timnas Indonesia wajib menang jika ingin menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. Hasil imbang atau kekalahan otomatis akan menutup peluang. Target selisih minimal dua gol bahkan mungkin diperlukan, tergantung hasil laga Arab Saudi vs Irak. Laga kontra Irak bukan sekadar pertandingan, melainkan ujian mental, taktik, dan karakter bagi skuad Garuda.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan