Dua Gol Cepat Arab Saudi yang Mengacaukan Momentum Timnas Indonesia

Kapten sekaligus bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, tak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut.

Diterbitkan 09 Oktober 2025, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia harus menelan kekalahan menyakitkan saat bertemu Timnas Arab Saudi dalam laga pertama putaran keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Bermain di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, skuad Garuda takluk dengan skor 2-3. Hasil ini menjadi tamparan keras bagi tim asuhan Patrick Kluivert yang sempat unggul lebih dulu.

Kapten sekaligus bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, tak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menilai dua gol cepat dari Arab Saudi menjadi titik balik yang membuat permainan Indonesia berantakan. Momentum yang sudah dibangun sejak awal justru hilang dalam hitungan menit.

“Itu tidak mudah, memang tidak pernah mudah, dan tidak akan pernah mudah. Itu adalah pertandingan yang sulit bagi kami,” ujar Idzes usai laga. Bek Sassuolo itu mengakui bahwa setelah unggul 1-0, Timnas Indonesia terlalu cepat kehilangan fokus hingga memberikan ruang bagi lawan untuk membalikkan keadaan.

“Setelah kami unggul 1-0, kami memberikan gol terlalu cepat kepada mereka. Mereka mencetak dua gol terlalu cepat,” katanya menambahkan.

Dua Gol Cepat yang Mengubah Segalanya

Laga yang semula berada dalam kendali Indonesia berubah drastis hanya dalam beberapa menit. Dua gol cepat Arab Saudi membuat para pemain Garuda kehilangan arah. Jarak antarlini menjadi renggang, penguasaan bola menurun, dan serangan balik lawan semakin berbahaya.

Pelatih Patrick Kluivert mengakui bahwa timnya kehilangan kendali usai unggul lebih dulu. “Setelah unggul 1-0, kami kehilangan kendali. Itu hal yang seharusnya tidak boleh terjadi,” ujarnya. Ia menyoroti buruknya koordinasi di lini tengah dan kurangnya penjagaan ruang yang membuat pemain sayap Arab Saudi leluasa menembus pertahanan.

>“Kami tidak menjaga area di antara lini dengan baik sehingga para pemain sayap lawan bisa masuk dan mengambil peluang. Itu hal yang seharusnya tidak boleh terjadi, tapi itulah yang terjadi,” lanjut Kluivert.

Setelah dua gol cepat itu, Indonesia mencoba bangkit, tetapi tekanan Arab Saudi terlalu kuat. Upaya mengembalikan ritme permainan tak berjalan mulus. “Saya rasa, setelah gol pertama, kami kehilangan keseimbangan tim. Kami kebobolan gol-gol mudah, dan itu juga seharusnya tidak terjadi,” tambah pelatih asal Belanda tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi skuad Garuda. Jay Idzes menilai timnya harus segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kesalahan serupa tak terulang. “Setelah itu, semuanya menjadi sulit bagi kami. Namun, kami harus melihat kembali pertandingan ini, menganalisisnya lagi,” ucap pemain berusia 25 tahun tersebut. Meski kecewa, Idzes tetap menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir. Masih ada satu laga tersisa di Jeddah yang bisa dimanfaatkan untuk menebus kesalahan. “Sabtu nanti, kami masih punya satu kesempatan lagi. Ini belum berakhir. Kami harus terus percaya, dan itulah yang akan kami lakukan,” tegasnya. Kini, tantangan Kluivert dan anak asuhnya adalah mengembalikan kepercayaan diri tim. Kekalahan dari Arab Saudi memang menyesakkan, tetapi bukan akhir dari perjalanan. Skuad Garuda masih memiliki peluang untuk memperbaiki diri—asal mampu belajar cepat dari dua gol cepat yang mengubah segalanya.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan