Frank Lampard Buktikan Diri, Coventry City Menjadi Kuda Hitam Paling Berbahaya di Championship

Frank Lampard sempat diragukan ketika ditunjuk sebagai manajer Coventry City pada 28 November 2024. Ia datang dalam situasi penuh tekanan, dengan atmosfer ruang ganti yang keruh akibat pemecatan Mark Robins, sosok yang sudah menjadi legenda klub.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 23:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di sektor sayap, kecepatan Tatsuhiro Sakamoto dan Brandon Thomas-Asante menambah variasi serangan.

Filosofi Lampard: Kompak dan Agresif

Lampard menekankan perubahan besar pada organisasi permainan. “Kami kebobolan terlalu banyak gol, tidak cukup kompak, dan kurang agresif. Maka hal pertama yang saya lakukan adalah memperbaiki kerja tim tanpa bola,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Pendekatan ini membuahkan hasil. Coventry kini tercatat sebagai tim dengan jumlah tembakan terbanyak (137) dan peluang on target terbanyak (43) di liga.

Bahkan secara statistik expected goals (xG), Coventry unggul jauh dari para pesaing. Performa ini menandakan bukan hanya serangan yang berkembang, melainkan seluruh aspek permainan.

Dari Cemooh ke Pujian

Bagi Lampard, perjalanan di Coventry juga menjadi ajang pembuktian pribadi. Ia sempat dipandang gagal setelah petualangan kurang manis di Everton dan Chelsea.

Kini, citra itu mulai terhapus seiring keberhasilannya membawa Coventry kembali disegani. Pengalaman pahit di Derby County saat kalah di final play-off 2019 seakan menjadi pengingat baginya.

Jika tren positif ini berlanjut, Lampard dan Coventry bisa menghindari “loteri” play-off dan mengamankan tiket otomatis ke Premier League, sebuah pencapaian yang tak pernah dibayangkan ketika ia pertama kali tiba di klub ini.

Sumber: Mirror

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan