Peringatan untuk Lamine Yamal: Hati-Hati Bahaya Ketenaran!

Boris Becker melihat dirinya dalam sosok Lamine Yamal dan memberi pesan agar bintang muda Barcelona itu berhati-hati menghadapi tekanan besar dari ketenaran.

Diterbitkan 25 September 2025, 20:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Boris Becker, juara termuda sepanjang sejarah Wimbledon, mengaku melihat refleksi dirinya dalam sosok Lamine Yamal. Wonderkid Barcelona itu baru berusia 18 tahun, namun sudah menorehkan prestasi luar biasa bersama klub maupun timnas Spanyol.

Yamal mencatat rekor sejak debut di usia 16, lalu memenangkan Kopa Trophy dan Golden Boy. Ia juga mengantar Barcelona meraih dua gelar La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana, serta mengangkat trofi Euro 2024 bersama Spanyol. Dalam satu musim, ia mencetak 18 gol dan 21 assist.

Becker mengingatkan bahwa kesuksesan di usia muda kerap diikuti tekanan besar. “Yamal luar biasa, dia memenangkan segalanya, pemain muda terbaik dunia. Tapi itu mengingatkan saya pada Boris Becker 17 tahun. Alarm berbunyi,” katanya dalam wawancara dengan TalkSport.

Pesan Kehati-hatian untuk Yamal

Menurut Becker, kesuksesan bisa menjebak bila tidak disertai fondasi yang kuat. Ia berbagi pengalaman pahit pasca kejayaan Wimbledon 1985, di mana tekanan dan ketenaran berujung turbulensi hidup.

“Pilih teman dengan hati-hati, percaya keluarga, bangun jaringan perlindungan agar tidak membuat kesalahan besar. Kita lihat saja, mungkin 10 atau 15 tahun lagi kita bicara lagi tentang Yamal,” ucap Becker.

Pesan ini mencerminkan realitas bahwa kematangan emosional sama pentingnya dengan performa di lapangan. Becker ingin Yamal menghindari jebakan yang dulu merusak perjalanan kariernya.

Tantangan Generasi Baru

Meski demikian, situasi Yamal berbeda. Ia tumbuh dalam ekosistem Barcelona dan Spanyol yang lebih siap mendampingi bintang muda. Dikelilingi pemain seangkatan seperti Pedri dan Gavi, serta manajer yang memahami tekanan usia belia, Yamal memiliki dukungan kuat untuk menjaga keseimbangannya.

Tantangan sebenarnya bagi Yamal bukan hanya memenangkan gelar, tetapi menjaga konsistensi dan stabilitas pribadi di tengah sorotan dunia. Jika berhasil, ia bisa menjadi contoh baru bagaimana bintang muda mampu mengelola ketenaran dan tetap fokus meraih kejayaan.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Apresiasi untuk Rayan Cherki usai Manchester City Bungkam Crystal Palace: Jenius!

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • La Liga adalah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga merupakan sebuah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Liga Spanyol
  • Lamine Yamal