Federico Chiesa Cari Jalan di Liverpool: Carabao Cup Jadi Penyelamat Karier?

Federico Chiesa masih berjuang merebut tempat di Liverpool. Setelah gagal masuk skuad UCL, ia menjadikan Carabao Cup sebagai ajang pembuktian diri.

Diperbarui 24 September 2025, 19:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepindahan Federico Chiesa ke Liverpool sempat dipenuhi senyum lebar pada akhir musim panas lalu. Didatangkan dari Juventus dengan nilai transfer hingga 12 juta pounds, ia diharapkan bisa menjadi tambahan berharga bagi lini depan The Reds. Namun, perjalanan kariernya di Anfield tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Musim debutnya justru diwarnai cedera dan kesulitan beradaptasi dengan intensitas Premier League. Alhasil, Chiesa hanya mendapat satu kesempatan sebagai starter, tepatnya saat melawan Brighton pada awal Mei, ketika Liverpool sudah memastikan gelar liga.

Kini, di musim keduanya, sang winger mulai mendapat menit bermain lebih banyak meski masih jauh dari ekspektasi. Ia sadar bahwa peluangnya untuk bertahan di Liverpool sangat bergantung pada performa di kompetisi domestik, terutama Carabao Cup.

Musim Perdana yang Sulit

Cedera dan masalah kebugaran membuat Chiesa jarang tampil di musim perdananya. Dari seluruh jadwal Premier League, ia hanya mencatat enam penampilan, lima di antaranya sebagai pemain pengganti.

Situasi itu membuat musim debutnya di Anfield dianggap mengecewakan. Ekspektasi tinggi yang dibawa dari Juventus belum bisa terwujud di Inggris.

Meski begitu, ia tetap berusaha membalikkan keadaan. Musim ini, Chiesa sudah mencatat empat penampilan dari bangku cadangan, termasuk gol penentu kemenangan melawan Bournemouth pada laga pembuka.

Carabao Cup Jadi Harapan

Kesempatan besar Chiesa justru hadir di Carabao Cup. Karena aturan home-grown, ia tidak masuk ke dalam daftar awal 23 pemain Liverpool di Liga Champions. Arne Slot bahkan lebih memilih pemain muda Rio Ngumoha untuk memenuhi kuota tersebut.

Dengan absennya laga FA Cup hingga Januari, Chiesa kini menjadikan ajang Piala Liga sebagai wadah pembuktian diri. “Saya bisa main lebih banyak di kompetisi ini, tapi saya ingin menunjukkan kepada manajer bahwa saya juga bisa main lebih sering di Premier League,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Pelatih memberi saya kesempatan di empat laga pertama dan saya rasa saya sudah menunjukkan bisa memberi kontribusi. Saya tidak masuk skuad Liga Champions, tapi fokus saya adalah Carabao Cup.”

Persaingan di Lini Depan

Chiesa masih harus bersaing ketat dengan Mohamed Salah di pos sayap kanan. Usianya yang sudah 27 tahun juga membuat waktu untuk berkembang lebih terbatas dibanding para pemain muda Liverpool.

Kemenangan 2-1 atas Southampton di Carabao Cup menunjukkan ketatnya persaingan lini depan. Alexander Isak dan Hugo Ekitike tampil impresif dengan masing-masing menyumbang assist.

Meski begitu, peluang tambahan bisa terbuka. Cedera yang dialami kompatriotnya, Giovanni Leoni, mungkin memberi ruang bagi Chiesa untuk kembali masuk ke dalam skuad Eropa. Untuk saat ini, fokusnya tetap pada membuktikan diri di kompetisi domestik.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Rifqi Fitriadi dan Rafalentino Ali Da Costa Melaju ke Babak Kedua ITF World Tennis Tour M-15

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan