Legenda Milan Ini Bingung Mengapa Santiago Gimenez Paceklik Gol di San Siro

Fabio Capello bingung Santiago Gimenez mandul di AC Milan meski tajam di Feyenoord. Apa yang sebenarnya terjadi?

Diperbarui 23 September 2025, 22:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Santiago Gimenez datang ke AC Milan dengan reputasi menakutkan sebagai mesin gol dari Eredivisie. Namun, awal perjalanannya di Italia justru tidak berjalan mulus. Striker asal Meksiko itu masih kesulitan menemukan sentuhan akhir yang dulu membuatnya jadi bintang di Feyenoord.

Lima pertandingan sudah ia lakoni di Serie A dan Coppa Italia. Milan menghadapi Bari, Cremonese, Lecce, Bologna, hingga Udinese, tetapi nama Gimenez tak sekali pun tercatat di papan skor. Satu-satunya kontribusi berarti hanya sebuah assist kala menghadapi Bari di ajang Coppa Italia.

Padahal, catatan Gimenez di Belanda begitu impresif. Bersama Feyenoord, ia tampil dalam 105 pertandingan di semua ajang dengan torehan 65 gol dan 14 assist. Angka itu menunjukkan betapa tajamnya sang striker di Rotterdam sebelum hijrah ke San Siro.

Situasi inilah yang memunculkan tanda tanya besar di kalangan pengamat, termasuk Fabio Capello. Mantan pelatih AC Milan itu secara terbuka mengaku bingung mengapa ketajaman Gimenez mendadak menghilang di Serie A.

Capello Bingung dengan Mandulnya Gimenez

Fabio Capello yang dikenal sebagai sosok kritis sekaligus legenda AC Milan tidak bisa menyembunyikan rasa herannya. Menurutnya, ada yang janggal melihat seorang striker subur di Belanda berubah begitu kesulitan mencetak gol di Italia.

Capello menilai statistik masa lalu Gimenez tidak bisa dibantah. Dalam dua setengah tahun di Rotterdam, penyerang berusia 24 tahun itu menembus angka lebih dari 60 gol. Bahkan di Liga Champions musim lalu, ia menjadi sosok penentu kemenangan Feyenoord di sejumlah laga.

Bagi Capello, sulit membayangkan seorang penyerang seperti Gimenez tiba-tiba "lupa" cara mencetak gol. Apalagi, peluang sebenarnya tetap datang meski penyelesaian akhir belum menemui sasaran. Hal itu membuat kebingungannya semakin bertambah.

“Saya tidak bisa menjelaskannya. Sungguh luar biasa. Ia selalu mencetak gol di Belanda, dan ia sangat menentukan di Liga Champions tahun lalu," kata Capello kepada Gazzetta dello Sport.

"Selama dua setengah tahun di Rotterdam, ia mencetak lebih dari enam puluh gol. Saya rasa ia tidak lupa cara mencetak gol,” sambungnya.

Masih Ada Sisi Positif

Meski merasa heran, Capello tidak menutup mata bahwa ada sisi positif dari penampilan Gimenez sejauh ini. Ia menilai, meski gol belum datang, striker Meksiko tersebut tetap rajin menebar ancaman di depan gawang lawan.

Menurut Capello, jumlah peluang yang dihasilkan Gimenez bisa menjadi indikator baik. Dalam beberapa laga terakhir, ia masih mampu menciptakan dua hingga tiga kesempatan untuk dirinya sendiri. Itu berarti rasa percaya diri dan insting menyerangnya tidak benar-benar hilang.

Capello percaya bahwa penyerang sekelas Gimenez hanya butuh satu gol untuk membuka kran. Setelah itu, ia yakin sang striker bisa kembali ke level terbaiknya seperti di Belanda.

“Selain itu, ia juga mengumpulkan peluang: setidaknya dua atau tiga per pertandingan. Bagi seorang striker, itu penting," tegasnya.

"Masalah muncul ketika Anda tidak punya peluang. Saya yakin begitu ia mencetak gol pertamanya, ia tidak akan berhenti,” ujar Capello.

(Gazzetta dello Sport)

Klasemen Liga Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Kolombia vs Portugal di Piala Dunia 2026

Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan