Statistik Arsenal vs Manchester City: Tembok Pertahanan, Haaland, Dribbler, Adu Kiper

Pertandingan ini diyakini akan menjadi salah satu ujian awal penting bagi kedua tim yang sama-sama berambisi merebut gelar musim ini.

Diperbarui 20 September 2025, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Musim lalu, mereka bahkan menahan City dengan 10 pemain di Etihad dan hanya kebobolan lewat gol menit akhir John Stones. Fakta ini menegaskan, sekuat apa pun City menyerang, menembus pertahanan Arsenal bukan perkara mudah.

Harapan dari Haaland

Erling Haaland tetap menjadi senjata utama City. Striker Norwegia itu sudah mencetak enam gol dari lima pertandingan musim ini di semua kompetisi. Catatan xG individunya 5,74—lebih dari dua kali lipat penyerang terdekat, Antoine Semenyo.

Rekor Haaland melawan Arsenal cukup menarik. Dari delapan pertemuan, ia baru mencetak empat gol dengan rata-rata xG per laga hanya 0,48. Itu menjadi salah satu angka terendahnya melawan klub Premier League. Meski begitu, ia musim lalu sempat mencetak dua gol ke gawang The Gunners.

Menghadapi lini belakang terbaik Inggris, Haaland dituntut lebih tajam dan efektif. Jika tidak, City bisa frustrasi mencari gol di Emirates.

Peran Dribbler

Baik Arsenal maupun City kini mengandalkan pemain-pemain yang berani mendribel bola. Josep Guardiola punya Jeremy Doku, Savinho, hingga Oscar Bobb, sementara Arteta menambah opsi dengan Eberechi Eze dan Noni Madueke.

Doku jadi motor kreativitas City pekan lalu dengan dua assist melawan MU. Ia juga menambah gol di Liga Champions. Madueke pun menunjukkan tajinya bersama Arsenal saat melawan Nottingham Forest. Pemain-pemain ini bisa menjadi pembeda lewat kemampuan individu, ketika permainan kolektif kedua tim saling menutup ruang.

Adu Kiper Top Eropa

David Raya dan Gianluigi Donnarumma bakal jadi aktor utama di bawah mistar. Raya musim lalu mencatat 13 clean sheet, terbanyak di liga. Musim ini, ia hanya kebobolan satu gol dari lima laga. Persentase penyelamatannya di Premier League mencapai 91,7 persen, hanya kalah dari Guglielmo Vicario (Tottenham).

Donnarumma baru dua kali tampil untuk City, tetapi sudah menunjukkan kualitasnya dengan clean sheet beruntun, termasuk penyelamatan gemilang di Derby Manchester. Pengalamannya membawa PSG juara Liga Champions musim lalu jadi bukti kapasitasnya.

Pada akhirnya, siapa yang lebih tenang dan fokus dalam menghadapi tekanan di Emirates bisa menentukan hasil laga. Bukan mustahil, laga sebesar ini akan ditentukan oleh aksi refleks seorang penjaga gawang.

Sumber: Opta Analyst

Klasemen Premier League/Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan