'Fergie Time' Kembali Mencuat ke Permukaan Gara-gara 'Arne Time' di Liverpool, Ternyata Ini Rahasia MU Dulu Bisa Sering Cetak Gol Telat

MU terkenal dengan gol telat di era Sir Alex Ferguson. Mantan asistennya yakni Rene Meulensteen bongkar rahasia latihan khusus di balik lahirnya ‘Fergie Time’

Diperbarui 18 September 2025, 17:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Liverpool kembali jadi sorotan usai menumbangkan Atletico Madrid secara dramatis di Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Kamis (18/9/2025) dini hari WIB. Kemenangan di menit-menit akhir itu membuat publik menjuluki momen tersebut sebagai ‘Arne Time’.

Julukan itu jelas mengingatkan publik pada istilah populer dalam sepak bola Inggris, yakni ‘Fergie Time’. Manchester United di era Sir Alex Ferguson terkenal dengan kemampuan mencetak gol telat.

Fenomena itu seakan menjadi ciri khas yang membedakan United dari tim lain pada masanya. Tidak sedikit laga yang berakhir dengan euforia besar karena gol dramatis di detik-detik terakhir.

Namun, bagaimana sebenarnya rahasia di balik kehebatan United kala itu? Mantan pelatih tim, Rene Meulensteen, akhirnya membongkar kunci di balik lahirnya gol-gol legendaris di penghujung laga.

Asal Usul Fergie Time

Istilah ‘Fergie Time’ muncul di era keemasan Sir Alex Ferguson bersama Manchester United. Tim Setan Merah kerap membalikkan keadaan di menit-menit akhir dengan cara yang dramatis.

Kebiasaan itu membuat lawan ketar-ketir setiap kali laga memasuki injury time. United sering tampil lebih agresif dan seolah mendapatkan energi tambahan.

Beberapa momen paling ikonik lahir dari fase ini, seperti gol Ole Gunnar Solskjaer di final Liga Champions 1999. Ada juga gol penentu gelar Steve Bruce pada tahun 1993 yang dikenang hingga kini.

Tak ketinggalan, gol dramatis Michael Owen ke gawang Manchester City pada 2009 semakin menguatkan mitos Fergie Time. Publik pun percaya United tak pernah benar-benar kalah sampai peluit akhir berbunyi.

Latihan Skenario ala Ferguson

Menurut Rene Meulensteen, fenomena itu bukan kebetulan semata. Ferguson dan stafnya sengaja menanamkan mentalitas khusus lewat latihan intensif.

Meulensteen menyebut hal itu sebagai "permainan skenario". Dalam latihan, tim dibuat seolah tertinggal 0-1 dengan sisa 10 menit plus tambahan waktu.

Dari situ, para pemain dipaksa mencari solusi taktikal cepat. Mereka dituntut memasukkan banyak bola ke kotak penalti dalam waktu singkat.

"Orang-orang membicarakan 'Fergie Time', dan orang-orang bertanya bagaimana mungkin? Kami melakukan banyak sesi latihan tentang itu. Saya menyebutnya permainan skenario," ungkap Meulensteen dalam wawancara dengan siniar High Performance, via Manchester Evening News pada Maret 2025 lalu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Satu tim harus bertahan, mereka unggul 1-0. Kami, sebagai tim lawan, punya waktu 10 menit ditambah waktu tambahan. Mungkin 14 menit. Jadi apa yang akan kami ubah secara taktis?" "Kami mungkin akan bermain dengan empat pemain di depan. Apa artinya ini bagi lini belakang? Kami mendorong bek sayap, memindahkan pemain sayap ke tengah. Semua itu. Semuanya tentang memiliki pola pikir positif dan berapa banyak bola yang bisa kami masukkan ke dalam kotak penalti," terangnya.

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan