'Fergie Time' Kembali Mencuat ke Permukaan Gara-gara 'Arne Time' di Liverpool, Ternyata Ini Rahasia MU Dulu Bisa Sering Cetak Gol Telat

MU terkenal dengan gol telat di era Sir Alex Ferguson. Mantan asistennya yakni Rene Meulensteen bongkar rahasia latihan khusus di balik lahirnya ‘Fergie Time’

Diperbarui 18 September 2025, 17:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Satu tim harus bertahan, mereka unggul 1-0. Kami, sebagai tim lawan, punya waktu 10 menit ditambah waktu tambahan. Mungkin 14 menit. Jadi apa yang akan kami ubah secara taktis?"

"Kami mungkin akan bermain dengan empat pemain di depan. Apa artinya ini bagi lini belakang? Kami mendorong bek sayap, memindahkan pemain sayap ke tengah. Semua itu. Semuanya tentang memiliki pola pikir positif dan berapa banyak bola yang bisa kami masukkan ke dalam kotak penalti," terangnya.

Pemain Harus Berpikir Jernih

Rene Meulensteen menambahkan, dalam waktu tujuh menit, Man United harus bisa mencetak setidaknya satu gol. Jadi dengan waktu yang tersisa mereka bisa mencetak dua gol dan itu akan membuat skor berbalik.

Namun jika dalam waktu tujuh menit mereka belum bisa mencetak gol, mereka dituntut agar tidak sampai panik. Mereka harus bisa tetap berpikir dengan tenang.

"Intinya adalah memastikan para pemain memahami bahwa tekanan waktu bukanlah situasi di mana mereka merasa kehabisan waktu. Tidak, kita masih punya enam menit, bagaimana kita bisa memaksimalkannya? Kami memastikan mereka tetap sabar dan berpikir jernih untuk memberikan kualitas yang dibutuhkan."

Pemain Dengan Mentalitas yang Tepat

Selain latihan, faktor lain yang membuat United tajam di akhir laga adalah memiliki pemain dengan mental baja secara alami. Menurut Meulensteen, United memiliki banyak pemain yang tak pernah panik dalam tekanan.

Pemain seperti Paul Scholes dan Ryan Giggs jadi contoh nyata. Mereka mampu tetap tenang dan membuat keputusan jitu meski waktu tersisa sangat sedikit.

Momen gol Michael Owen ke gawang City pada 2009 menjadi bukti nyata. Giggs dengan jernih memberikan umpan terukur meski waktu hampir habis.

"Gol yang dicetak Michael Owen melawan Manchester City di menit-menit akhir pertandingan, kami mengejarnya, kami menekan. Bola dimasukkan ke kotak penalti dan disapu," kata Meulensteen.

"Itu hanya bisa jatuh ke tangan dua pemain, Paul Scholes atau Ryan Giggs. Siapa pun yang lain pasti menembak. Tidak ada yang akan melakukan apa yang dilakukan Giggs, ia mengoper bola menyamping ke kaki Michael Owen, ia menyentuhnya dan menyelesaikannya," kenangnya.

"Ini soal memiliki pemain dengan kualitas seperti itu. Tapi secara umum, dengan semua pemain, mereka perlu tahu bahwa ada tekanan waktu, tetapi mereka harus memanfaatkan waktu itu. Jadi itu bukan hal yang negatif. Kami masih punya waktu. Bahkan dengan satu menit. Itu masih 60 detik, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasukkan bola ke kotak penalti? Itulah pemikirannya," tandasnya.

(Manchester Evening News)

Klasemen Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan