Erick Thohir Jadi Menpora dan Ketum PSSI, Bagaimana Sikap FIFA?

Erick Thohir kini menjabat sebagai Menpora dan Ketum PSSI usai Presiden RI Prabowo Subianto melakukan reshuffle. Bagaimana FIFA memandang situasi ini?

Diperbarui 17 September 2025, 15:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan kabinet pada Rabu (17/8/2025) hari. Prabowo melantik Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) definitif di Istana Negara Jakarta.

Posisi dua menteri tersebut kosong lebih dari sepekan usai Prabowo melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025).

Menko Polkam akan diisi oleh Letjen (Purn) Djamari Chaniago. Sementara itu, posisi Menpora dijabat Erick Thohir. Adapun Erick sebelumnya mengisi kursi Menteri BUMN. Erick Thohir sendiri juga menjalankan peran sebagai Ketua Umum PSSI.

Selain kedua posisi tersebut, Prabowo juga menunjuk pejabat negara baru lainnya. Namun, penunjukkan Erick Thohir bakal mendapat perhatian lebih dari FIFA.

 

Pandangan FIFA Terkait Posisi Erick Thohir

Tidak ada larangan menteri menjabat ketua federasi olahraga di Indonesia. Namun, FIFA bisa memiliki tafsir berbeda soal ini. Asosiasi Sepak Bola Dunia tersebut bisa menilai status ganda Erick Thohir sebagai intervensi pemerintah dalam operasional PSSI.

FIFA sebelumnya tidak mempermasalahkan jabatan ganda Erick Thohir, yang sebelumnya menjabat Menteri BUMN, karena dua posisi itu tidak bersinggungan langsung. Tidak seperti Menpora yang kerap berhubungan dengan PSSI.

Jika FIFA merasa ada konflik kepentingan, maka tidak tertutup kemungkinan Indonesia kembali dijatuhi sanksi.

 

Indonesia Pernah Dapat Sanksi FIFA

FIFA sebelumnya sudah menghukum Indonesia pada 2015 ketika Imam Nahrawi, Menpora saat itu, mengeluarkan surat keputusan tentang pembekuan PSSI. Pemerintah turun tangan karena adanya perebutan kekuasaan di federasi.

Dalam statutanya, FIFA memang melarang intervensi pemerintah dalam operasional federasi anggota.

Hukuman tersebut membuat Timnas Indonesia tidak boleh ikut serta dalam ajang sepak bola internasional yang berada di bawah FIFA, baik seluruh level usia dan jenis kelamin.

Akibat pembekuan ini, posisi Indonesia di peringkat dunia mengalami penurunan drastis.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jordi Amat 100 Persen Optimistis Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026

Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan