Liga Champions Kembali, Inilah Daftar Pemain Underdog yang Patut Dicermati

/Liga Champions kembali hadir. Dari Franjo Ivanovic hingga Can Uzun, inilah deretan pemain tak terduga yang berpotensi mencuri sorotan musim ini.

Diperbarui 16 September 2025, 19:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perkembangannya terlihat dari pergerakan di kotak penalti yang makin tajam, penyelesaian akhir lebih meyakinkan, serta kemampuan hold-up play yang meningkat. Dengan tinggi 188 cm, ia memberi ancaman udara sekaligus mobilitas untuk transisi cepat.

Cedera paha sempat mengganggu, tapi ketika bugar, Hogh jadi pusat serangan Glimt. Pola permainan tim yang bertumpu pada suplai dari sayap membuatnya ideal sebagai target sekaligus pemantul bola.

Christos Tzolis Bangkit Bersama Club Brugge

Kisah kebangkitan Christos Tzolis bisa jadi inspirasi. Setelah gagal bersinar di Norwich City, winger 23 tahun ini justru menemukan kembali performanya di Club Brugge.

Perannya jelas: start melebar di kiri, menusuk ke dalam dengan kaki kanan, lalu terhubung dengan Hans Vanaken dan full-back yang overlap. Skema itu membuatnya tak lagi sekadar proyek jangka panjang, tapi pemain inti yang menentukan.

Brugge sendiri mendapat undian berat di Liga Champions, bertemu Monaco, Atalanta, Bayern, Barcelona, dan Tottenham. Namun, laga kandang bisa jadi panggung Tzolis membuktikan dirinya.

Musim ini bisa menjadi momentum Tzolis untuk menegaskan statusnya sebagai pemimpin lini depan, bukan lagi pemain yang dipandang gagal.

Bahoya dan Uzun Jadi Harapan Baru Frankfurt

Eintracht Frankfurt kembali melepas bintang utama mereka, Omar Marmoush ke Manchester City dan Hugo Ekitike ke Liverpool. Hal itu membuka jalan bagi Jean-Matteo Bahoya dan Can Uzun untuk mengambil alih.

Bahoya, winger Prancis U-21, sempat hanya jadi pelapis musim lalu usai direkrut dari Angers. Namun kini ia tampil reguler, mencetak dua gol di laga pembuka Bundesliga melawan Werder Bremen. Dengan dribel agresif dan kedewasaan bermain, ia cepat jadi tumpuan.

Uzun, playmaker asal Turki berusia 19 tahun, juga mengalami lonjakan performa. Dari pemain rotasi musim lalu, kini ia dipercaya mengenakan nomor 10 peninggalan Mario Gotze. Awal musim 2025 ditandai dengan tiga gol dan dua assist dari tiga laga, termasuk satu tendangan roket ke gawang Bremen.

Duet Bahoya dan Uzun memberi Frankfurt warna baru di lini serang. Keduanya cocok dengan gaya serangan balik cepat, yang akan sangat dibutuhkan menghadapi lawan tangguh seperti Atletico Madrid, Liverpool, dan Napoli. Tambahan tenaga Ritsu Doan dari Jepang membuat lini serang mereka makin menarik untuk diikuti.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan