Joe Cole Nilai Chelsea Bakal Jadi Kuda Hitam di Liga Champions 2025/2026

Mantan gelandang Chelsea, Joe Cole, memprediksi The Blues berpotensi besar menjadi kuda hitam di Liga Champions musim ini, siap mengejutkan tim-tim raksasa Erop

OlehThomas
Diterbitkan 12 September 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Klub yang pernah dibela Cole ini memiliki sejarah panjang di Liga Champions, termasuk dua gelar juara. Cole meyakini bahwa Chelsea memiliki peluang untuk kembali tampil mengejutkan, mengulang capaian signifikan di masa lalu. Potensi ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar The Blues.

Faktor Kunci dan Tantangan Chelsea di Liga Champions

Di balik optimisme tersebut, Joe Cole juga menyoroti beberapa faktor kunci yang akan sangat menentukan perjalanan Chelsea di Liga Champions. Salah satu perhatian utamanya adalah performa penjaga gawang Robert Sanchez. Cole menyebut bahwa posisi kiper adalah satu-satunya area yang, jika ditanyakan kepada penggemar Chelsea, akan disebut sebagai area yang membutuhkan peningkatan signifikan.

Selain itu, Chelsea juga dihadapkan pada tantangan cedera pemain kunci. Absennya Levi Colwill karena cedera ACL yang panjang menjadi pukulan telak bagi lini belakang tim. Cole menekankan pentingnya memiliki pengganti yang mumpuni untuk Colwill, mengingat perannya yang vital.

Ketidakpastian ketersediaan Wesley Fofana akibat riwayat cederanya yang sering kambuh juga menjadi perhatian. Kondisi ini menuntut kedalaman skuad yang solid di lini pertahanan agar Chelsea bisa bersaing ketat dengan tim-tim top Eropa. Kesiapan mental dan fisik seluruh pemain akan menjadi penentu utama.

Dominasi Klub Inggris di Kancah Eropa

Musim ini mencatat sejarah baru dengan enam klub Inggris yang akan berlaga di Liga Champions, sebuah fenomena yang terjadi untuk pertama kalinya. Liverpool, Arsenal, Manchester City, Chelsea, Newcastle, dan Tottenham Hotspur akan menjadi representasi Premier League di kompetisi elite Eropa. Ini menegaskan dominasi dan kekuatan finansial liga Inggris.

Musim lalu, Arsenal menjadi wakil Premier League yang melaju paling jauh, meskipun akhirnya harus tersingkir di semifinal oleh Paris Saint-Germain yang kemudian menjadi juara. Kini, The Gunners bersama Liverpool dan Manchester City kembali dengan skuad yang lebih kuat setelah melakukan belanja besar-besaran di bursa transfer musim panas.

Kehadiran Chelsea, Tottenham, dan Newcastle melengkapi delapan pertandingan fase grup, menunjukkan betapa kompetitifnya Premier League. Dominasi ini memberikan gambaran bahwa klub-klub Inggris memiliki ambisi besar untuk meraih gelar Liga Champions, menjadikan persaingan semakin menarik dan tidak terduga.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan