Lika-Liku Pilu Pemain Lokal Premier League: Tradisi yang Terancam Punah

/Jumlah pemain lokal di Premier League terus menyusut, dari 6,5 per tim pada 1995 jadi hanya 2,7 musim ini. Apa penyebabnya dan mengapa ini jadi masalah besar?

Diperbarui 12 September 2025, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sepakbola Inggris dulu selalu punya satu benang merah: Kebanggaan pada pemain lokal. Dari sorakan “he’s one of our own” di tribun hingga kisah sukses akademi, pemain lokal dianggap simbol identitas klub. Namun, pemandangan itu kini semakin jarang terlihat di Premier League.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah pemain lokal di liga teratas Inggris kian merosot drastis. Jika pada pertengahan 1990-an setiap klub rata-rata punya lebih dari enam pemain lokal, kini angkanya hanya tinggal 2,7 per tim. Beberapa klub bahkan tidak memiliki satupun wakil dari daerah mereka sendiri.

Fenomena ini dipicu banyak faktor, mulai dari regulasi Bosman, aturan profit and sustainability (PSR), hingga strategi akademi klub yang semakin global. Semua membuat kesempatan pemain lokal untuk bertahan di tim utama kian menyempit.

Pertanyaannya, apakah Premier League sedang kehilangan identitas lokalnya? Atau sepakbola modern memang sudah tidak lagi memberi ruang pada faktor kebanggaan komunitas?

Pemain Lokal yang Kian Menghilang

Jurgen Klopp pernah menyebut ingin meraih trofi bersama “tim penuh Scousers”, sementara Eddie Howe menilai Geordies di timnya membawa sesuatu yang spesial. Namun, narasi romantis semacam itu semakin sulit diwujudkan.

Pada derby Manchester akhir pekan ini, City masih bisa menurunkan Phil Foden, Nico O’Reilly, atau Rico Lewis. Sebaliknya, United kemungkinan besar tak punya satupun pemain Mancunian di starting XI.

Contoh lain lebih ekstrem lagi. Aston Villa, Leeds United, Wolves, dan Burnley kini tidak memiliki satupun pemain lokal di tim utama mereka. Villa bahkan harus melepas Jacob Ramsey ke Newcastle karena tuntutan PSR, sementara Leeds kehilangan Archie Gray yang dijual ke Tottenham. Situasi serupa terjadi di klub-klub tradisional lain yang dulunya selalu punya ikon lokal.

Jika dibandingkan dengan tiga dekade lalu, jurangnya begitu lebar. Musim 1995-96, rata-rata tiap klub punya 6,5 pemain lokal. Wimbledon bahkan memiliki 16 pemain asal London dalam skuadnya. Kini, angka itu terjun bebas jadi hanya 2,7 pemain per tim.

Bosman, PSR, dan Efeknya pada Identitas Klub

Turunnya jumlah pemain lokal tak lepas dari putusan Bosman tahun 1995. Regulasi itu menghapus batas kuota pemain Eropa, membuka pintu lebar-lebar untuk impor talenta asing. Momentum ini bertepatan dengan masuknya dana besar dari hak siar televisi, membuat klub semakin agresif membeli pemain dari luar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

UEFA sempat mencoba menahan laju dengan aturan homegrown pada 2006, yang kemudian diikuti Premier League pada 2010. Namun, aturan ini hanya mengatur jumlah pemain yang dididik di akademi domestik, bukan pemain asli daerah. Akibatnya, klub tetap bisa mematuhi regulasi tanpa harus mempertahankan pemain lokal. Dalam beberapa musim terakhir, tekanan PSR menambah rumit situasi. Pemain lokal yang datang dari akademi tidak membutuhkan biaya transfer, sehingga penjualannya bisa dicatat sebagai “laba bersih”. Inilah yang membuat Conor Gallagher, Elliot Anderson, hingga Jacob Ramsey harus rela meninggalkan klub masa kecil mereka demi neraca keuangan.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Tim Nasional Inggris berisi pemain-pemain bintang yang merumput di liga top Eropa
    Tim Nasional Inggris berisi pemain-pemain bintang yang merumput di liga top Eropa
    Timnas Inggris
  • Inggris merupakan salah satu negara yang merupakan dari bagian Britania Raya
    Inggris merupakan salah satu negara yang merupakan dari bagian Britania Raya
    Inggris
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Manchester City sukses mengganggu dominasi Manchester United dalam beberapa musim belakangan karena akusisi yang dilakukan oleh Sheikh Manso
    Manchester City menjadi salah satu klub elite Liga Inggris dalam 1 dekade terakhir
    Manchester City
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal
  • Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Semua berita tim, statistik tim, transfer pemain dan lainnya tentang Chelsea FC yang memiliki julukan The Blues
    Chelsea
  • Premier League