Jelang Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Negara Ini Lebih Bersinar Ketimbang Timnas Indonesia

Timnas Irak menunjukkan performa impresif dengan dua kemenangan di laga persiapan September 2025, termasuk menjuarai Kings Cup, menjadi modal berharga jelang babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Diterbitkan 11 September 2025, 16:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Analisis Kekuatan dan Kelemahan Timnas Irak

Pemain Timnas Irak, Mohanad Ali, memberikan gambaran optimis mengenai kondisi timnya, menyatakan bahwa mereka sudah siap tempur menjelang putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Menurut Ali, sesi latihan pertama berjalan antusias dan positif, dengan pelatih Graham Arnold telah menjelaskan perspektif dan persiapan untuk turnamen. Ia menekankan pentingnya dukungan penggemar dan komitmen pemain untuk berjuang demi impian lolos ke Piala Dunia.

Meskipun meraih kemenangan, performa dan kesiapan Timnas Irak tidak luput dari kritik publik dan pengamat lokal. Pelatih lokal Irak, Ali Abdul-Jabbar, menyoroti beberapa titik lemah yang perlu segera dibenahi sebelum persaingan di ronde keempat kualifikasi. Abdul-Jabbar menyebutkan bahwa Timnas Irak menang dengan susah payah melawan Hong Kong, bahkan tim lawan sempat beberapa kali mengancam gawang Singa Mesopotamia.

Kritikan utama Abdul-Jabbar tertuju pada lini pertahanan, khususnya bek tengah dan bek sayap. Ia mengamati bahwa tim Irak terbebani oleh kecepatan pemain Hong Kong, dan banyak kesalahan dibuat dalam pertandingan tersebut. Evaluasi ini menjadi penting bagi Graham Arnold untuk melakukan perbaikan strategis, memastikan timnya tampil lebih solid dan minim kesalahan di laga-laga krusial mendatang.

Pemain Kunci dan Tantangan Timnas Irak

Skuad Timnas Irak diperkuat oleh perpaduan pemain lokal dan pemain yang berkarier di luar negeri, menambah kedalaman dan kualitas tim. Dari liga domestik, nama-nama seperti kiper Jalal Hassan, Fahad Talib, bek Manaf Younis, Ahmed Yahya, serta pemain seperti Sherko Karim, Osama Rashid, Amjad Atwan, Ayman Hussein, Sajjad Jassim, Zaid Tahseen, dan Bashar Rasan menjadi pilar penting. Kehadiran mereka memberikan stabilitas dan pengalaman di lapangan.

Kekuatan Timnas Irak semakin bertambah dengan kehadiran pemain-pemain abroad yang bermain di liga-liga Eropa. Sebut saja Amir Al-Ammari dari Polandia, Kevin Yaqoub dari Denmark, Muntadher Al-Majid dari Swedia, Youssef Al-Amin dari Siprus, Marco Faraj dari Norwegia, dan bek Rebin Sulaka dari Thailand. Pemain muda berbakat seperti Ali Jassim dari Como 1907 juga diproyeksikan untuk tim Olimpiade, menunjukkan potensi masa depan sepak bola Irak.

Pelatih Graham Arnold menegaskan filosofi seleksi pemainnya: "Tidak ada kontrak seumur hidup bagi pemain di tim nasional Irak. Kesiapan adalah satu-satunya kriteria untuk memanggil pemain." Ia menambahkan bahwa daftar pemain tidak akan dibatasi dan akan ada kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan level mereka. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Arnold untuk memilih pemain terbaik yang paling siap, terlepas dari nama besar atau status.

Sejarah dan Ambisi Timnas Irak di Kualifikasi Piala Dunia

Dalam pengalaman di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Irak menunjukkan dominasi yang luar biasa dengan torehan poin sempurna, 18 poin dari enam laga. Mereka menjadi salah satu lawan terkuat yang dihadapi Timnas Indonesia, dengan Garuda harus mengakui keunggulan Irak di dua pertemuan sebelumnya: kalah telak 1-5 di Basra International Stadium dan takluk 0-2 saat menjamu Singa Mesopotamia di SUGBK.

Secara historis, Irak baru sekali merasakan atmosfer Piala Dunia, yakni pada edisi 1986 di Meksiko. Ambisi besar untuk kembali beraksi di turnamen sepak bola tertinggi itu untuk kali kedua dalam sejarah menjadi motivasi utama bagi seluruh elemen tim. Meskipun ada kritik internal terkait lawan uji coba di Kings Cup yang dianggap kurang sepadan, fokus utama Irak tetap pada persiapan optimal untuk Kualifikasi Piala Dunia.

Meskipun Irak mendominasi pertemuan sebelumnya, konflik internal yang sempat melanda tim, termasuk isu pemusatan latihan dan laga uji coba, bisa menjadi celah bagi lawan. Namun, keputusan untuk mengikuti Kings Cup di Thailand menunjukkan keseriusan mereka. Dengan skuad yang solid dan ambisi besar, Timnas Irak siap menghadapi tantangan di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan