Berat Badan Kylian Mbappe Naik, Bagaimana Respons Pelatih Real Madrid?

Kenaikan berat badan Kylian Mbappe justru jadi kabar baik bagi Real Madrid. Pelatih Xabi Alonso senang karena ini bagian transformasi fisik yang tingkatkan performa. Mengapa demikian?

OlehThomas
Diterbitkan 26 Agustus 2025, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Kabar mengejutkan datang dari megabintang Real Madrid, Kylian Mbappe. Kenaikan berat badannya yang signifikan justru menjadi sorotan positif dan disambut gembira oleh pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, serta seluruh tim. Fenomena ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari sebuah transformasi fisik yang telah direncanakan secara matang.

Transformasi ini bertujuan untuk mengembalikan dan bahkan meningkatkan performa Mbappe di lapangan hijau. Sebelumnya, penyerang asal Prancis ini sempat mengalami penurunan berat badan drastis akibat masalah kesehatan. Namun, melalui program pemulihan intensif, Mbappe berhasil mendapatkan kembali massa tubuhnya dengan kualitas yang lebih baik.

Kondisi fisik terbaru Mbappe ini tidak hanya membuat Xabi Alonso puas, tetapi juga langsung terlihat dampaknya pada performa gemilangnya di setiap pertandingan. Ini membuktikan bahwa kenaikan berat badan tersebut merupakan investasi penting bagi karier dan kontribusinya di Real Madrid.

Awal Mula Penurunan Berat Badan Mbappe

Sebelum mencapai kondisi fisik prima seperti saat ini, Kylian Mbappe sempat menghadapi tantangan kesehatan serius yang menyebabkan penurunan berat badan signifikan. Pada awal musim panas 2025, ia didiagnosis menderita gastroenteritis akut atau keracunan makanan. Kondisi ini mengharuskannya dirawat di rumah sakit dan membuatnya absen dalam beberapa pertandingan penting.

Akibat penyakit tersebut, Mbappe kehilangan sekitar empat hingga enam kilogram berat badan. Penurunan ini tidak hanya memengaruhi angka di timbangan, tetapi juga berpotensi mengurangi massa ototnya. Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran mengenai kebugaran dan kesiapan fisiknya untuk menghadapi musim kompetisi yang panjang bersama Real Madrid.

Insiden ini terjadi saat dimulainya Piala Dunia Antarklub, yang memaksa Mbappe melewatkan dua pertandingan pembuka. Perubahan drastis pada fisiknya saat kembali berlatih menjadi perhatian banyak pihak, mengindikasikan seberapa parah dampak penyakit tersebut terhadap tubuhnya.

Transformasi Fisik dan Pemulihan Intensif

Menjadikan kemunduran sebagai motivasi, Kylian Mbappe segera menjalani program pemulihan dan penguatan yang sangat intensif. Ia mengikuti rencana pengkondisian yang diresepkan oleh klub, dilengkapi dengan aktivitas di luar ruangan seperti tenis dan padel. Program ini dirancang khusus untuk membangun kembali tubuhnya dan menambah massa otot secara signifikan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hasil dari dedikasi ini adalah penambahan sekitar empat kilogram berat badan, yang sebagian besar berupa massa otot. Transformasi ini menghasilkan kerangka tubuh yang lebih ramping namun berotot, dengan kekuatan tubuh bagian bawah yang meningkat. Hal ini sangat krusial untuk akselerasi yang lebih tajam dan kemampuan penyelesaian akhir yang klinis di lapangan. Proses ini menunjukkan komitmen Mbappe untuk mencapai kondisi fisik puncak. Dengan bimbingan tim medis dan pelatih Real Madrid, ia berhasil mengubah tantangan menjadi peluang untuk menjadi pemain yang lebih kuat dan seimbang secara fisik. Ini adalah bukti profesionalisme dan etos kerjanya yang luar biasa.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan