Analisis Permainan Benjamin Sesko: Potensi Besar yang Masih Perlu Disempurnakan

Baru berusia 22 tahun, masih ada beberapa aspek permainan yang harus Benjamin Sesko asah untuk meningkatkan performanya. Jika mampu memoles kemampuan tersebut, Manchester United bakal tersenyum lebar karena investasi besar yang sudah dikeluarkan bakal berbuah manis.

Diterbitkan 11 Agustus 2025, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Baru berusia 22 tahun, masih ada beberapa aspek permainan yang harus Benjamin Sesko asah untuk meningkatkan performanya. Jika mampu memoles kemampuan tersebut, Manchester United bakal tersenyum lebar karena investasi besar yang sudah dikeluarkan bakal berbuah manis.

Seperti kebanyakan penyerang muda seumurnya, Sesko perlu memperbaiki kinerja untuk menjadi penyerang kelas dunia. Salah satu hal yang paling terlihat adalah kemampuan pengambilan keputusan di area akhir serangan.

Meskipun kemampuan menggiring bola Sesko lebih baik dibandingkan sebagian besar penyerang tengah, terkadang ia masih salah menilai kapan harus melewati bek, kapan menembak langsung, atau memberikan umpan pada rekan satu tim.

Volume tembakan Sesko juga masih tergolong rendah dengan rata-rata sekitar 2,24 percobaan per 90 menit di musim lalu. Padahal, kekuatan dan akurasi tendangannya cukup mumpuni. Idealnya, jumlah percobaan tembakan bisa ditingkatkan mendekati angka 3 atau bahkan lebih untuk seorang pemain dengan kualitas tendangan seperti dirinya.

 

Ketangguhan Fisik Benjamin Sesko

Dari segi duel fisik, performa Sesko juga terbilang sedang-sedang saja. Dia hanya memenangkan 33 persen dari duel yang dilakoni musim lalu. Angka ini cukup rendah untuk sosok pemain yang memiliki postur besar dan kekuatan fisik.

Hal ini mungkin dipengaruhi oleh gaya bermainnya, yang cenderung mengandalkan teknik dan timing ketimbang menjadi "bruiser" alias penyerang yang mengandalkan kekuatan fisik secara langsung. Namun, di kompetisi seketat Liga Premier Inggris, di mana duel-duel fisik sangat intens, Sesko harus mampu lebih agresif dan berani dalam perebutan bola agar bisa sukses.

 

Benjamin Sesko Belum Cukup Konsisten

Selain itu, ada juga soal ritme permainan yang menjadi perhatian. Meskipun secara keseluruhan performanya cukup menjanjikan, Sesko cenderung mencetak gol dalam rentetan tertentu saja.

Musim lalu, ia mengalami dua kali periode mandul masing-masing selama enam pertandingan. Pola ini menunjukkan bahwa Sesko masih belajar mengatur konsistensi dan rasa percaya diri sepanjang musim kompetisi.

Dengan membenahi aspek-aspek tersebut, Benjamin Sesko memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi penyerang tajam dan komplet di level tertinggi dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kabar Buruk untuk Barcelona, Frenkie de Jong Alami Cedera MCL

Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan