10 Tahun dan 1 Trofi: Son Heung-min Tinggalkan Tottenham dengan Kepala Tegak

Son Heung-min secara emosional mengumumkan ingin meninggalkan Tottenham setelah 10 tahun. Ia dikaitkan dengan kepindahan ke MLS dan buka suara soal alasannya.

Diterbitkan 02 Agustus 2025, 22:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Momen mengharukan mewarnai kamp pra-musim Tottenham Hotspur di Korea Selatan. Son Heung-min, sang kapten dan ikon klub, mengumumkan niatnya untuk meninggalkan klub musim panas ini. Kabar tersebut datang menjelang laga uji coba melawan Newcastle United di Seoul, yang kemungkinan besar akan menjadi penampilan terakhirnya bersama Spurs.

Dalam konferensi pers menjelang laga, Son menyampaikan keputusan besar ini dengan suara bergetar. Ia tak kuasa menahan emosi saat menjelaskan alasannya meninggalkan klub yang telah ia bela selama satu dekade. Los Angeles FC dari MLS disebut sebagai klub tujuan sang pemain, meski belum ada konfirmasi resmi.

Pelatih baru Tottenham, Thomas Frank, mengonfirmasi bahwa Son akan menjadi starter sekaligus kapten di laga kontra Newcastle. Atmosfer di Stadion Piala Dunia Seoul diprediksi akan sangat emosional, mengingat Son adalah pahlawan nasional di negaranya.

Akhir Sebuah Era: Son Siap Tinggalkan Spurs

Son bergabung dengan Tottenham dari Bayer Leverkusen pada Agustus 2015 dengan nilai transfer 22 juta pounds. Selama 10 tahun di London Utara, ia mencetak 173 gol dari 454 pertandingan kompetitif. Bersama Spurs, ia menjadi ikon, terlebih sejak kepergian Harry Kane pada 2023.

Keberhasilan Son mengantarkan Tottenham menjuarai Liga Europa musim lalu, mengakhiri paceklik trofi selama 17 tahun, membuat statusnya sebagai legenda klub kian kokoh. Namun, keputusannya untuk pergi tetap menjadi momen pahit bagi klub dan para penggemar.

Frank menyebut Son telah mengutarakan keinginan hengkang saat pertemuan awal dengan para pemain senior, tak lama setelah ia ditunjuk sebagai manajer. Son menjadi satu-satunya pemain yang menyampaikan keinginan itu.

Performa Menurun dan Persaingan Ketat di Skuad

Tanda-tanda kepergian Son sebenarnya sudah terlihat sejak awal tahun. Kontraknya memasuki enam bulan terakhir sebelum diperpanjang secara otomatis oleh klub untuk satu tahun. Namun, absennya kontrak jangka panjang membuka celah untuk kemungkinan hengkang.

Musim lalu, performa Son dinilai menurun. Ia hanya mencetak tujuh gol di Premier League, catatan terendahnya sejak musim 2015/16. Selain itu, ia mengalami cedera hamstring dan kaki yang membuatnya absen dalam delapan laga liga. Secara keseluruhan, Tottenham tampil mengecewakan, kalah 22 kali dan finis di peringkat ke-17.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Persaingan di lini depan juga semakin ketat. Spurs merekrut Mathys Tel dari Bayern Munich dan mempermanenkannya musim ini. Tel kerap dimainkan di sayap kiri, posisi yang selama ini diisi Son. Selain itu, ada Wilson Odobert yang bisa bermain di kedua sisi, serta Mikey Moore yang sedang dipinjamkan ke Rangers namun digadang-gadang sebagai bintang masa depan.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan