Serie A Musim Depan Diramaikan Rivalitas Dua Legenda Piala Dunia Italia: Alberto Gilardino dan Fabio Grosso

Gilardino dan Grosso kembali bersaing, kali ini sebagai pelatih Pisa dan Sassuolo di Serie A 2025/2026. Duel dua legenda Italia berlanjut di pinggir lapangan.

Diterbitkan 31 Juli 2025, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pisa kemudian menunjuknya sebagai pelatih utama per 26 Juni 2025 dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan.

Sementara itu, Fabio Grosso diumumkan sebagai pelatih Sassuolo pada 3 Juni 2024. Dalam satu musim, ia langsung membawa klub promosi dari Serie B dengan torehan luar biasa: 75 poin, 73 gol, dan hanya 34 kali kebobolan.

Promosi mereka dikunci lima laga sebelum musim usai, lewat hasil imbang 2-2 melawan Mantova.

Musim 2025/2026 pun menampilkan dua klub promosi, Pisa dan Sassuolo, yang masing-masing dipimpin oleh legenda berbeda.

Serie A musim ini makin menarik dengan fakta bahwa 12 dari 20 klub memulai musim dengan pelatih baru, menciptakan dinamika kompetisi yang tak terduga.

Filosofi Taktik dan Gaya Bermain Khas

Gilardino dikenal dengan pendekatan taktik yang terstruktur dan disiplin, menggunakan formasi 3-5-2 sebagai andalan.

Di Pisa, ia tetap mempertahankan gaya ini sejak awal penunjukannya, menunjukkan konsistensi dalam membangun sistem permainan tim.

Grosso, sebaliknya, lebih fleksibel dan pragmatis. Ia kerap mengandalkan serangan cepat, memaksimalkan kreativitas pemain seperti Berardi dan Verdi, serta menekankan pembangunan mental tim. Gaya ini terbukti efektif dalam membawa Sassuolo kembali ke Serie A.

Perbedaan filosofi ini menjanjikan duel taktik yang menarik sepanjang musim. Bagi penikmat Serie A, pertemuan Pisa vs Sassuolo bukan lagi sekadar pertandingan antarklub, tetapi pertarungan dua pola pikir dari generasi emas sepak bola Italia.

Latih Klub di Serie A, Bisa Dilirik Tim Nasional

Kiprah Gilardino dan Grosso di Serie A bukan hanya relevan untuk klub masing-masing, tetapi juga membuka peluang ke level lebih tinggi, termasuk kemungkinan masuk ke tim nasional Italia.

Keduanya memiliki latar belakang kuat sebagai mantan juara dunia, kini dengan bekal pengalaman sebagai pelatih papan atas.

Dengan menduduki kursi pelatih klub Serie A, nama mereka akan selalu berada dalam radar FIGC menjelang Piala Dunia 2026.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan