Presiden LaLiga Tolak Permintaan Courtois Tunda Laga Real Madrid

Presiden LaLiga, Javier Tebas, menolak permintaan Thibaut Courtois untuk menunda laga pembuka Real Madrid musim depan, memicu kritik keras dari sang kiper.

OlehThomas
Diterbitkan 13 Juli 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Presiden LaLiga, Javier Tebas, menolak mentah-mentah permintaan dari kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, terkait penundaan pertandingan pembuka LaLiga musim 2025/2026. Penolakan ini sontak memicu reaksi keras dari Courtois yang merasa kesehatan pemain diabaikan. Lantas, apa yang menjadi dasar permintaan Courtois dan mengapa Tebas bersikukuh dengan keputusannya?

Usut punya usut, Courtois menginginkan adanya penundaan agar para pemain Real Madrid memiliki waktu istirahat yang lebih panjang setelah berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub 2025. Real Madrid sendiri diketahui tersingkir di babak semifinal turnamen tersebut. Dengan padatnya jadwal pertandingan, Courtois khawatir para pemain tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup.

"Selalu seperti ini dengan La Liga," kata Courtois.

"Komentar dari seorang presiden seperti itu tak pernah saya dengar di Italia, Inggris, NBA, atau NFL. Kalau Tebas tidak suka dengan Piala Dunia Antarklub, itu hak dia. Tapi, turnamen ini nyata, resmi, bagian dari kalender FIFA. Kami di sini berkompetisi, sementara orang ini tampaknya hanya ingin jadi pusat perhatian. Saya belum pernah melihat presiden liga lain bertindak seperti itu. Ini soal kesehatan pemain," cetus kiper asal Belgia itu.

Namun, Tebas memiliki pandangan yang berbeda. Ia berpendapat bahwa waktu istirahat yang tersedia, yaitu sekitar 20 hari, sudah memadai. Menurutnya, selisih satu hari dari standar 21 hari tidak akan terlalu berpengaruh, apalagi setelahnya para pemain akan menjalani 21 hari masa pramusim.

Alasan Penolakan Presiden LaLiga

Tebas juga menekankan bahwa liga-liga top Eropa lainnya, seperti Premier League dan Ligue 1, tidak mengubah jadwal mereka meskipun menghadapi situasi serupa. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk tidak menunda pertandingan telah disetujui bersama oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan LaLiga, menunjukkan adanya konsensus dalam pengambilan keputusan.

"Saya kira para pemain tetap memiliki 20 hari untuk beristirahat, hanya terpaut satu hari dari standar 21 hari, dan 21 hari untuk pramusim," ujar Tebas dalam wawancara dengan Associated Press, Jumat waktu setempat.

"Tidak ada liga lain seperti Premier League untuk Chelsea atau Ligue 1 untuk PSG, yang mengubah jadwal karena alasan itu. Jadi, saya tidak melihat alasan untuk mengubah kalender, apalagi jika hanya soal satu hari," tegasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Lebih lanjut, Tebas mengindikasikan adanya faktor lain di balik penolakannya. Ia menyinggung dukungan Real Madrid terhadap proyek European Super League (ESL). Tebas menuduh Real Madrid menginginkan liga domestik yang lemah agar ESL terlihat lebih menarik dan kuat, sebuah tuduhan yang menambah panasnya tensi antara kedua belah pihak. Penolakan ini semakin mempertegas perbedaan pandangan antara Courtois dan Tebas mengenai prioritas dalam sepak bola. Bagi Courtois, kesehatan dan kesejahteraan pemain adalah yang utama, sementara bagi Tebas, menjaga jadwal dan stabilitas liga menjadi prioritas utama.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan