Air Mata di Moskow: Ketika John Terry Terpeleset dan Manchester United Jadi Raja Eropa

John Terry berdiri di titik putih dengan kesempatan mengakhiri penantian Chelsea. Jika bola masuk, The Blues akan meraih trofi Eropa untuk pertama kalinya. Namun, tanah yang basah, tekanan yang tak tertanggungkan, dan mungkin sedikit kesombongan, menjadikan malam itu mimpi buruk baginya.

Diperbarui 11 Juli 2025, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Hujan di Moskow malam itu bukan sekadar cuaca buruk—ia menjadi saksi jatuhnya harapan dan berubahnya sejarah. Final Liga Champions 2008 mempertemukan dua raksasa Inggris, Manchester United dan Chelsea, dalam duel sarat emosi yang berakhir dengan drama adu penalti. Satu momen kecil, satu langkah tergelincir, mengubah segalanya.

John Terry berdiri di titik putih dengan kesempatan mengakhiri penantian Chelsea. Jika bola masuk, The Blues akan meraih trofi Eropa untuk pertama kalinya. Namun, tanah yang basah, tekanan yang tak tertanggungkan, dan mungkin sedikit kesombongan, menjadikan malam itu mimpi buruk baginya.

Lebih dari satu dekade berlalu, dunia masih mengingat wajah Terry yang berlinang air mata di bawah hujan Rusia. Malam yang seharusnya menjadi mahkota kepemimpinannya justru menjadi luka abadi yang tak pernah sembuh.

Luzhniki: Final Berlapis Sejarah

Pertandingan itu bukan final biasa. Digelar di Luzhniki Stadium, Moskow, 21 Mei 2008, laga ini menandai kali pertama final Liga Champions mempertemukan dua tim Inggris: Manchester United dan Chelsea. Bagi Chelsea, ini adalah debut mereka di partai puncak Eropa, sementara bagi United, ini adalah langkah melanjutkan warisan mereka yang sudah dimulai sejak era Sir Matt Busby.

Malam itu juga membawa nuansa emosional untuk Manchester United. Tahun 2008 menandai seratus tahun gelar liga pertama mereka, lima puluh tahun sejak Tragedi Munich, dan empat puluh tahun sejak menjuarai Eropa pertama kali pada 1968. Dengan Cristiano Ronaldo membuka skor dan Frank Lampard menyamakan, partai ini berjalan dalam tekanan dan tensi hingga peluit panjang.

Ketika pertandingan berlanjut ke adu penalti, semua seperti ditakdirkan berakhir secara dramatis. Ronaldo gagal mengeksekusi, memberi harapan bagi Chelsea. Hingga giliran kelima, John Terry melangkah maju—sebuah keputusan yang ternyata bukan bagian dari rencana awal.

Langkah yang Mengubah Sejarah

Claude Makelele, mantan gelandang Chelsea, mengungkapkan bahwa eksekusi penalti Terry adalah hasil perubahan dadakan. Seharusnya, Salomon Kalou menjadi penendang kelima. Namun, Terry mengambil alih, berharap bisa menjadi pahlawan. “Kami membuat kesalahan besar sebelum adu penalti. Kami sudah punya urutan yang disepakati, tapi itu berubah di menit terakhir,” ungkap Makelele.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Seharusnya Salomon Kalou yang mengambil penalti terakhir, tapi John [Terry] mengambil kesempatan itu darinya. Saya pikir kami kalah karena sepak bola kadang sangat kejam, dan jika Anda tidak melakukan hal dengan benar, Anda akan dihukum,” tambahnya. Makelele tak menyembunyikan kekesalannya, “Saya sangat marah saat dia gagal mengeksekusi penalti itu karena saya tahu banyak pemain muda takkan dapat kesempatan seperti ini lagi. Dia seharusnya jadi pemimpin dan melakukan yang terbaik untuk tim. Namun, dia mencoba jadi pahlawan. Kalau saja dia tahu, dia akan menjadi pahlawan karena akan mengangkat trofi itu.”

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • John George Terry adalah pemain sepak bola profesional Inggris yang kini bergabung dengan Chelsea dan kapten paling bersejarah di klub ini.
    John George Terry adalah pemain sepak bola profesional Inggris yang kini bergabung dengan Chelsea dan kapten paling bersejarah di klub ini.
    John Terry
  • Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Semua berita tim, statistik tim, transfer pemain dan lainnya tentang Chelsea FC yang memiliki julukan The Blues
    Chelsea
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions
  • Claude Makelele