5 Catatan dari Kekalahan Persib Bandung atas Port FC di Piala Presiden 2025: Febri Hariyadi Mainkan Peran Era Luis Milla

Persib Bandung harus memulai langkah di Piala Presiden 2025 dengan hasil yang kurang ideal

Diperbarui 06 Juli 2025, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Persib Bandung harus memulai langkah di Piala Presiden 2025 dengan hasil yang kurang ideal. Menjamu Port FC dalam laga perdana Grup B di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (6/7/2025), Maung Bandung menyerah dengan skor 0-2 di hadapan puluhan ribu Bobotoh.

Dua gol tim tamu dicetak Bhodin Phala pada masa injury time babak pertama dan penalti Peeradol Chamratsamee menit ke-66. Port FC mendapat hadiah penalti usai Al Hamra Hehanussa melanggar Asnawi Mangkualam di kotak terlarang.

Persib mampu mencatat 54 persen penguasaan bola di laga tersebut, berbanding 46 untuk Port FC. Maung Bandung melepas empat shots, dua tepat sasaran. Sedangkan, kubu Port FC mampu mencatat 10 shots dengan tiga tepat sasaran dan dua menjadi gol.

Di balik kekalahan ini, ada sejumlah catatan penting yang bisa dipetik oleh tim asuhan Bojan Hodak. Berikut lima poin penting dari laga Persib vs Port FC:

1. Bojan Hodak Lakukan Eksperimen Total

Pelatih Bojan Hodak tampaknya memanfaatkan laga ini bukan semata untuk menang, melainkan juga sebagai ajang rotasi dan pemulihan kebugaran pemain. Dari 23 pemain yang masuk daftar susunan pemain, hanya satu yang tak diturunkan: kiper Adam Przybek.

Nama-nama baru seperti William Marcilio, Luciano Guaychochea, Uilliam Barros, hingga Saddil Ramdani langsung mendapat menit bermain sejak awal. Bahkan Dimas Drajad yang baru pulih dari cedera juga dicoba di babak kedua.

Yang menarik, Hodak mencoba eksperimen posisi terhadap Henhen Herdiana. Bek kanan senior Persib ini dimainkan di sisi kiri pertahanan menggantikan Zalnando, yang tampil cukup solid sebelumnya.

2. Febri Hariyadi Jadi Bek Sayap Dadakan

Kejutan lain datang di awal laga ketika Ahmad Jufriyanto mengalami cedera pada menit ke-8 usai berbenturan dengan pemain lawan. Di bangku cadangan, ada bek asing Patricio Matricardi. Tapi Hodak memilih opsi tak terduga: memasukkan Febri Hariyadi.

Febri bukan ditempatkan sebagai winger seperti biasanya, melainkan bek kanan. Sementara Alfeandra Dewangga yang awalnya bek kanan digeser ke tengah. Menariknya, ini bukan pengalaman pertama Febri bermain sebagai bek sayap.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Febri bermain sebagai bek sayap pada babak pertama. Di babak kedua, dia jadi winger. Febri sendiri sempat menjalani peran serupa saat membela Timnas Indonesia di Asian Games 2018 di bawah arahan Luis Milla. Saat itu, dia jadi bek kiri!

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan