Persaingan 6 Pelatih di Piala Presiden 2025: Dari Bojan Hodak hingga Alexandre Gama

Lebih dari sekadar pemanasan, Piala Presiden jadi ajang mengukur kesiapan, meracik taktik, dan memperkenalkan wajah baru—termasuk dari sisi pelatih.

Diperbarui 03 Juli 2025, 12:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Coach RD dipilih karena memiliki reputasi bagus di sepak bola Indonesia. Dia juga mantan pemain dan pelatih timnas. Pernah juga membawa klub menjuarai Liga Indonesia," kata Ketua OC Piala Presiden 2025, Arya Sinulingga.

Dengan bekal pengalaman tersebut, Coach RD diharapkan mampu menyatukan para pemain dari latar belakang klub yang berbeda agar bisa tampil padu di atas lapangan.

Arema FC: Marquinhos Santos

Ze Gomes resmi berpisah dengan Arema, dan posisinya kini ditempati oleh Marquinhos Santos, pelatih asal Brasil yang belum pernah mencicipi atmosfer sepak bola Asia sebelumnya. Marquinhos memiliki rekam jejak yang cukup di negaranya. Terakhir, ia menangani Clube Nautico dengan torehan delapan kemenangan, tiga hasil imbang, dan tujuh kekalahan dari 18 laga.

Meski minim pengalaman di Asia, keberadaan sejumlah pemain Brasil di tubuh Arema diyakini akan mempercepat proses adaptasi sang pelatih. Dari sisi komunikasi dan pendekatan taktik, hal tersebut diprediksi tak akan menjadi hambatan besar.

Justru tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana Marquinhos bisa menyatukan tim yang sebagian besar diisi wajah baru, dalam waktu yang relatif singkat menjelang Piala Presiden.

Oxford United: Gary Rowett

Selama menangani Oxford dalam 26 pertandingan, Rowett mencatatkan sembilan kemenangan, delapan hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Produktivitas gol menunjukkan keseimbangan permainan, dengan total 29 gol dan 31 kebobolan. Mereka bukan tim yang produktif, namun juga tidak mudah ditembus.

Rowett bukan sosok asing di sepak bola Inggris. Ia pernah bermain sebagai bek kiri untuk Everton dan Leicester City, serta sempat menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Inggris U-16. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, pria berusia 51 tahun ini dikenal sebagai spesialis penyelamat tim-tim papan bawah yang membutuhkan stabilitas.

Port FC: Alexandre Gama

Menatap musim 2025/2026, Port FC memasuki era baru dengan melakukan pergantian pelatih. Klub memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan Rangsan Viwatchaichok dan menunjuk Alexandre Gama sebagai pelatih kepala yang baru. Gama bukan nama asing di sepak bola Thailand. Pelatih asal Brasil ini memiliki rekam jejak yang impresif, termasuk pengalaman melatih Timnas Thailand kelompok usia U-21, U-22, hingga U-23.

Di level klub, Gama pernah mencetak sukses besar bersama Buriram United. Antara tahun 2014 hingga 2016, ia berhasil mempersembahkan lima gelar juara, termasuk dua trofi Thai League 1 dan satu gelar Thai Cup. Kehadiran Gama diharapkan membawa nuansa dan pendekatan baru bagi Port FC, termasuk saat mereka berpartisipasi di ajang Piala Presiden 2025.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan